Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 13 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menuai perhatian dari berbagai pihak. Kali ini, pengamat pendidikan Samion menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara objektif dengan melakukan evaluasi ulang terhadap proses penilaian dewan juri.
Menurut Samion, keberatan yang disampaikan peserta menunjukkan adanya persoalan teknis yang perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak psikologis terhadap siswa.
“Intinya sebenarnya permasalahan itu ketika diprotes oleh siswa, juri harus memastikan dulu sebelum acara selesai. Sekarang semuanya sudah serba elektronik, ada video yang bisa diputar ulang untuk memastikan jawaban peserta,” ujarnya saat dihubungi.
Ia menegaskan, kecermatan dan objektivitas dewan juri dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI sangat penting agar tidak memunculkan kesan ketidakadilan di tengah peserta maupun publik.
Selain itu, Samion juga menyoroti persoalan teknis audio yang dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan pemahaman terhadap jawaban peserta.
“Ke depan ini jadi evaluasi. Selain MC menggunakan headset, dewan juri juga sebaiknya menggunakan headset supaya tidak ada lagi masalah artikulasi atau kesalahan pendengaran,” katanya.
Menurutnya, apabila masih terdapat keraguan dalam proses penilaian, maka langkah paling netral adalah menganulir hasil perlombaan.
“Kalau saya simpel saja, dianulir sehingga netral. Kita menghargai pendapat regu dari Pontianak, begitu juga pihak lainnya tidak dirugikan. Bahkan dari MPR RI juga meminta diulang,” jelasnya.
Samion menilai keputusan anulir bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan sebagai upaya menjernihkan persoalan sekaligus menjaga semangat peserta.
“Bahasanya seri, tidak ada yang menang dan kalah. Pendapat siswa dihargai, psikologis mereka juga bisa kembali terangkat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa polemik yang terjadi bukan karena adanya keberpihakan dewan juri kepada salah satu tim peserta, melainkan lebih kepada persoalan teknis dan kekeliruan dalam proses penilaian.
“Tidak ada niat dari dewan juri berpihak kepada siapa pun. Ini lebih kepada kesalahan teknis atau kekhilafan,” katanya.
Di sisi lain, Samion turut mengapresiasi langkah dewan juri yang telah menyampaikan permintaan maaf, termasuk perhatian dari anggota DPR RI dan MPR RI terhadap polemik yang terjadi dalam LCC Empat Pilar Kalbar tersebut.
“Kita apresiasi dewan juri yang sudah meminta maaf. Akan lebih baik lagi kalau dianulir sehingga pendapat siswa diakui dan persoalan selesai,” pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menuai perhatian dari berbagai pihak. Kali ini, pengamat pendidikan Samion menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara objektif dengan melakukan evaluasi ulang terhadap proses penilaian dewan juri.
Menurut Samion, keberatan yang disampaikan peserta menunjukkan adanya persoalan teknis yang perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak psikologis terhadap siswa.
“Intinya sebenarnya permasalahan itu ketika diprotes oleh siswa, juri harus memastikan dulu sebelum acara selesai. Sekarang semuanya sudah serba elektronik, ada video yang bisa diputar ulang untuk memastikan jawaban peserta,” ujarnya saat dihubungi.
Ia menegaskan, kecermatan dan objektivitas dewan juri dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI sangat penting agar tidak memunculkan kesan ketidakadilan di tengah peserta maupun publik.
Selain itu, Samion juga menyoroti persoalan teknis audio yang dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan pemahaman terhadap jawaban peserta.
“Ke depan ini jadi evaluasi. Selain MC menggunakan headset, dewan juri juga sebaiknya menggunakan headset supaya tidak ada lagi masalah artikulasi atau kesalahan pendengaran,” katanya.
Menurutnya, apabila masih terdapat keraguan dalam proses penilaian, maka langkah paling netral adalah menganulir hasil perlombaan.
“Kalau saya simpel saja, dianulir sehingga netral. Kita menghargai pendapat regu dari Pontianak, begitu juga pihak lainnya tidak dirugikan. Bahkan dari MPR RI juga meminta diulang,” jelasnya.
Samion menilai keputusan anulir bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan sebagai upaya menjernihkan persoalan sekaligus menjaga semangat peserta.
“Bahasanya seri, tidak ada yang menang dan kalah. Pendapat siswa dihargai, psikologis mereka juga bisa kembali terangkat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa polemik yang terjadi bukan karena adanya keberpihakan dewan juri kepada salah satu tim peserta, melainkan lebih kepada persoalan teknis dan kekeliruan dalam proses penilaian.
“Tidak ada niat dari dewan juri berpihak kepada siapa pun. Ini lebih kepada kesalahan teknis atau kekhilafan,” katanya.
Di sisi lain, Samion turut mengapresiasi langkah dewan juri yang telah menyampaikan permintaan maaf, termasuk perhatian dari anggota DPR RI dan MPR RI terhadap polemik yang terjadi dalam LCC Empat Pilar Kalbar tersebut.
“Kita apresiasi dewan juri yang sudah meminta maaf. Akan lebih baik lagi kalau dianulir sehingga pendapat siswa diakui dan persoalan selesai,” pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini