Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 12 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Polemik hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat terus memantik perhatian berbagai pihak. Kali ini, mantan Gubernur Kalbar periode 2018–2023, Sutarmidji, ikut angkat bicara terkait kontroversi penilaian dewan juri dalam perlombaan tersebut.
Melalui laman Instagram pribadinya, @bang.midji, Sutarmidji menyampaikan apresiasi kepada tim SMA Negeri 1 Pontianak (Smansa) yang dinilai berani menyuarakan keberatan terhadap keputusan juri.
“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim SMAN 1 Pontianak atas keberaniannya dalam mengoreksi tim juri yang tidak berintegritas,” tulisnya.
Tak hanya itu, Sutarmidji juga secara tegas menilai dewan juri dalam ajang LCC 4 Pilar tersebut tidak menunjukkan kompetensi yang memadai saat memberikan penilaian kepada peserta.
“Kelihatan juri memang tidak kompeten, apalagi buat alasan artikulasi segala,” lanjutnya.
Pernyataan Sutarmidji menambah panjang sorotan terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang sebelumnya juga menuai kritik dari sejumlah pihak. Polemik mencuat setelah keputusan juri dianggap merugikan peserta dari Smansa Pontianak.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, juga menyoroti cara penilaian dewan juri yang dinilai menimbulkan tanda tanya. Ia bahkan menyebut juri terkesan belum sepenuhnya memahami materi yang diperlombakan.
Kontroversi ini pun ramai diperbincangkan publik di media sosial. Banyak warganet menilai kompetisi yang membawa nama nilai-nilai kebangsaan seharusnya dijalankan secara objektif, profesional, dan menjunjung tinggi rasa keadilan bagi seluruh peserta.
Ajang LCC 4 Pilar sendiri merupakan perlombaan yang mengangkat materi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan generasi muda. (*)
KALBARONLINE.com – Polemik hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat terus memantik perhatian berbagai pihak. Kali ini, mantan Gubernur Kalbar periode 2018–2023, Sutarmidji, ikut angkat bicara terkait kontroversi penilaian dewan juri dalam perlombaan tersebut.
Melalui laman Instagram pribadinya, @bang.midji, Sutarmidji menyampaikan apresiasi kepada tim SMA Negeri 1 Pontianak (Smansa) yang dinilai berani menyuarakan keberatan terhadap keputusan juri.
“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim SMAN 1 Pontianak atas keberaniannya dalam mengoreksi tim juri yang tidak berintegritas,” tulisnya.
Tak hanya itu, Sutarmidji juga secara tegas menilai dewan juri dalam ajang LCC 4 Pilar tersebut tidak menunjukkan kompetensi yang memadai saat memberikan penilaian kepada peserta.
“Kelihatan juri memang tidak kompeten, apalagi buat alasan artikulasi segala,” lanjutnya.
Pernyataan Sutarmidji menambah panjang sorotan terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang sebelumnya juga menuai kritik dari sejumlah pihak. Polemik mencuat setelah keputusan juri dianggap merugikan peserta dari Smansa Pontianak.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, juga menyoroti cara penilaian dewan juri yang dinilai menimbulkan tanda tanya. Ia bahkan menyebut juri terkesan belum sepenuhnya memahami materi yang diperlombakan.
Kontroversi ini pun ramai diperbincangkan publik di media sosial. Banyak warganet menilai kompetisi yang membawa nama nilai-nilai kebangsaan seharusnya dijalankan secara objektif, profesional, dan menjunjung tinggi rasa keadilan bagi seluruh peserta.
Ajang LCC 4 Pilar sendiri merupakan perlombaan yang mengangkat materi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan generasi muda. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini