Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 27 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Meski sempat diguyur hujan, ribuan umat Muslim tetap memadati Jalan Rahadi Usman di depan Kantor Wali Kota Pontianak untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Suasana khidmat terasa sejak pagi. Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung penuh kekhusyukan sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Kurban.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi jenis limosin dengan bobot sekitar satu ton.
Hewan kurban tersebut diserahkan kepada Ketua BKM Masjid Baiturrahman, Syarif Muhammad Alkadrie.
Selain itu, turut diserahkan secara simbolis besek yang akan digunakan sebagai wadah pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Edi mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak tahun ini menyalurkan sebanyak 22 ekor sapi kurban yang disebar ke sejumlah masjid di berbagai wilayah kota.
“Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama kaum fakir miskin dan warga kurang mampu di berbagai wilayah Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Edi, Iduladha bukan hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga momentum memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai, semangat berkurban mengajarkan pentingnya gotong royong, kerja sama, saling membantu, hingga berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Makna Iduladha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita memaknai pengorbanan dalam kehidupan sosial. Ini menjadi momentum meningkatkan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Khatib Salat Iduladha, Ustadz Sahrani menyampaikan tausiyah bertema Kurban dalam Dimensi Religi, Filsafah, dan Sosial.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum spiritual yang sarat makna ketauhidan, pengorbanan, dan solidaritas kemanusiaan.
Menurutnya, ibadah kurban merupakan warisan keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang mengandung pesan penghambaan total kepada Allah SWT, sekaligus refleksi moral bagi kehidupan modern yang kerap dihadapkan pada tantangan materialisme dan individualisme.
“Esensi utama kurban bukan terletak pada darah dan daging hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan, keikhlasan, dan kesiapan manusia melepaskan sesuatu yang dicintainya demi menaati perintah Allah,” ujarnya di hadapan jemaah.
Ustadz Sahrani menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pelajaran tentang kemenangan iman atas ego, hawa nafsu, dan kecintaan duniawi.
Dalam makna yang lebih luas, kurban juga menjadi simbol menyembelih sifat-sifat negatif dalam diri manusia seperti kesombongan, kerakusan, kedengkian, dan kebencian.
Selain dimensi religius, ia juga menyoroti nilai filosofis kurban sebagai simbol pengorbanan dalam kehidupan.
“Nilai tertinggi kehidupan bukan semata pada apa yang dimiliki seseorang, tetapi pada apa yang mampu ia korbankan demi kemaslahatan yang lebih besar,” tuturnya.
Dalam konteks sosial, ibadah kurban dinilai memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan dan solidaritas ekonomi. Distribusi daging kurban kepada masyarakat tanpa memandang status sosial disebut sebagai wujud nyata keadilan sosial dalam ajaran Islam.
Di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi, syariat kurban dinilai membawa pesan kemanusiaan yang relevan, bahwa kekayaan tidak semestinya hanya berputar di kelompok tertentu, tetapi juga harus memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai kita mampu menyembelih hewan kurban, tetapi gagal menyembelih ego, keserakahan, dan kebencian dalam diri kita,” pesannya.
Ia juga menyebut ibadah kurban sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda agar memahami makna kepedulian, pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan sejak dini.
Menutup khutbahnya, Ustadz Sahrani mengajak seluruh jemaah menjadikan Iduladha sebagai energi spiritual untuk membangun masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan penuh kasih sayang.
“Jadikanlah kurban bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi spirit untuk memperbaharui iman, memperkuat ketakwaan, dan memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Adapun jumlah hewan kurban di Kota Pontianak tahun ini tercatat sebanyak 590 ekor sapi dan 477 ekor kambing.
Rinciannya, Kecamatan Pontianak Barat sebanyak 168 ekor sapi dan 189 ekor kambing, Pontianak Kota 119 ekor sapi dan 91 ekor kambing, Pontianak Selatan 92 ekor sapi dan 67 ekor kambing, Pontianak Tenggara 145 ekor sapi dan 78 ekor kambing, Pontianak Timur 36 ekor sapi dan 35 ekor kambing, serta Pontianak Utara sebanyak 30 ekor sapi dan 17 ekor kambing. (*)
KALBARONLINE.com – Meski sempat diguyur hujan, ribuan umat Muslim tetap memadati Jalan Rahadi Usman di depan Kantor Wali Kota Pontianak untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Suasana khidmat terasa sejak pagi. Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung penuh kekhusyukan sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Kurban.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi jenis limosin dengan bobot sekitar satu ton.
Hewan kurban tersebut diserahkan kepada Ketua BKM Masjid Baiturrahman, Syarif Muhammad Alkadrie.
Selain itu, turut diserahkan secara simbolis besek yang akan digunakan sebagai wadah pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Edi mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak tahun ini menyalurkan sebanyak 22 ekor sapi kurban yang disebar ke sejumlah masjid di berbagai wilayah kota.
“Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama kaum fakir miskin dan warga kurang mampu di berbagai wilayah Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Edi, Iduladha bukan hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga momentum memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai, semangat berkurban mengajarkan pentingnya gotong royong, kerja sama, saling membantu, hingga berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Makna Iduladha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita memaknai pengorbanan dalam kehidupan sosial. Ini menjadi momentum meningkatkan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Khatib Salat Iduladha, Ustadz Sahrani menyampaikan tausiyah bertema Kurban dalam Dimensi Religi, Filsafah, dan Sosial.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum spiritual yang sarat makna ketauhidan, pengorbanan, dan solidaritas kemanusiaan.
Menurutnya, ibadah kurban merupakan warisan keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang mengandung pesan penghambaan total kepada Allah SWT, sekaligus refleksi moral bagi kehidupan modern yang kerap dihadapkan pada tantangan materialisme dan individualisme.
“Esensi utama kurban bukan terletak pada darah dan daging hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan, keikhlasan, dan kesiapan manusia melepaskan sesuatu yang dicintainya demi menaati perintah Allah,” ujarnya di hadapan jemaah.
Ustadz Sahrani menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pelajaran tentang kemenangan iman atas ego, hawa nafsu, dan kecintaan duniawi.
Dalam makna yang lebih luas, kurban juga menjadi simbol menyembelih sifat-sifat negatif dalam diri manusia seperti kesombongan, kerakusan, kedengkian, dan kebencian.
Selain dimensi religius, ia juga menyoroti nilai filosofis kurban sebagai simbol pengorbanan dalam kehidupan.
“Nilai tertinggi kehidupan bukan semata pada apa yang dimiliki seseorang, tetapi pada apa yang mampu ia korbankan demi kemaslahatan yang lebih besar,” tuturnya.
Dalam konteks sosial, ibadah kurban dinilai memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan dan solidaritas ekonomi. Distribusi daging kurban kepada masyarakat tanpa memandang status sosial disebut sebagai wujud nyata keadilan sosial dalam ajaran Islam.
Di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi, syariat kurban dinilai membawa pesan kemanusiaan yang relevan, bahwa kekayaan tidak semestinya hanya berputar di kelompok tertentu, tetapi juga harus memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai kita mampu menyembelih hewan kurban, tetapi gagal menyembelih ego, keserakahan, dan kebencian dalam diri kita,” pesannya.
Ia juga menyebut ibadah kurban sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda agar memahami makna kepedulian, pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan sejak dini.
Menutup khutbahnya, Ustadz Sahrani mengajak seluruh jemaah menjadikan Iduladha sebagai energi spiritual untuk membangun masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan penuh kasih sayang.
“Jadikanlah kurban bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi spirit untuk memperbaharui iman, memperkuat ketakwaan, dan memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Adapun jumlah hewan kurban di Kota Pontianak tahun ini tercatat sebanyak 590 ekor sapi dan 477 ekor kambing.
Rinciannya, Kecamatan Pontianak Barat sebanyak 168 ekor sapi dan 189 ekor kambing, Pontianak Kota 119 ekor sapi dan 91 ekor kambing, Pontianak Selatan 92 ekor sapi dan 67 ekor kambing, Pontianak Tenggara 145 ekor sapi dan 78 ekor kambing, Pontianak Timur 36 ekor sapi dan 35 ekor kambing, serta Pontianak Utara sebanyak 30 ekor sapi dan 17 ekor kambing. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini