Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 06 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Program “ASN Kalbar Peduli” yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menjadi bentuk nyata kepedulian sosial aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu diisi dengan penyerahan cinderamata kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Penyaluran bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan moral sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan cinderamata dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar dr. Harisson, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar Mohammad Bari bersama sejumlah kepala OPD lainnya.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai empati serta gotong royong di lingkungan ASN.
Menurutnya, semangat “ASN Kalbar Peduli” diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menebar kebaikan dan menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan juga membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat bertema “Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan Dengan Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme Dalam Keluarga” yang dirangkaikan dengan Halalbihalal DWP Provinsi Kalbar 2026 di Aula Garuda Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/4/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekda Kalbar, Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, akademisi, praktisi hukum, hingga anggota DWP dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.
Dalam arahannya, Ria Norsan menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa dampak besar, termasuk ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui media sosial.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 21.199 konten media sosial bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
“Hal ini menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa jika tidak segera ditangani dengan regulasi yang tepat,” kata Norsan.
Ia pun meminta anggota Dharma Wanita Persatuan menjadi garda terdepan dalam membimbing anak-anak di lingkungan keluarga, terutama dalam mengawasi penggunaan telepon genggam dan media sosial.
Menurutnya, pendidikan karakter dan akhlak tetap menjadi fondasi utama dalam membangun generasi masa depan, di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kita ingin anak-anak kita ke depan memiliki akhlak yang bagus, pendidikan yang baik, dan bisa berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar juga menyerahkan bantuan dan paket kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian anggota DWP Provinsi Kalbar. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar harmonisasi kerukunan umat beragama yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan rumah tangga. (*)
KALBARONLINE.com – Program “ASN Kalbar Peduli” yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menjadi bentuk nyata kepedulian sosial aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu diisi dengan penyerahan cinderamata kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Penyaluran bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan moral sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan cinderamata dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar dr. Harisson, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar Mohammad Bari bersama sejumlah kepala OPD lainnya.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai empati serta gotong royong di lingkungan ASN.
Menurutnya, semangat “ASN Kalbar Peduli” diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menebar kebaikan dan menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan juga membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat bertema “Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan Dengan Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme Dalam Keluarga” yang dirangkaikan dengan Halalbihalal DWP Provinsi Kalbar 2026 di Aula Garuda Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/4/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekda Kalbar, Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, akademisi, praktisi hukum, hingga anggota DWP dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.
Dalam arahannya, Ria Norsan menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa dampak besar, termasuk ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui media sosial.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 21.199 konten media sosial bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
“Hal ini menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa jika tidak segera ditangani dengan regulasi yang tepat,” kata Norsan.
Ia pun meminta anggota Dharma Wanita Persatuan menjadi garda terdepan dalam membimbing anak-anak di lingkungan keluarga, terutama dalam mengawasi penggunaan telepon genggam dan media sosial.
Menurutnya, pendidikan karakter dan akhlak tetap menjadi fondasi utama dalam membangun generasi masa depan, di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kita ingin anak-anak kita ke depan memiliki akhlak yang bagus, pendidikan yang baik, dan bisa berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar juga menyerahkan bantuan dan paket kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian anggota DWP Provinsi Kalbar. Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar harmonisasi kerukunan umat beragama yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan rumah tangga. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini