Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 26 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Mayoritas hewan kurban yang dipotong di Kota Pontianak pada Iduladha 1447 Hijriah didominasi sapi Bali dan sapi Madura.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan, kedua jenis sapi tersebut paling banyak dipilih masyarakat karena ukuran tubuhnya tidak terlalu besar sehingga harganya lebih terjangkau.
Menurutnya, kondisi itu membuat sapi Bali dan sapi Madura lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat untuk berkurban.
“Mayoritas sapi yang dikurbankan di Kota Pontianak itu sapi Bali dan sapi Madura. Karena ukurannya tidak terlalu besar, dari sisi harga juga memenuhi kriteria untuk hewan kurban di Kota Pontianak,” ujarnya usai melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Selasa (26/5/2026).
Irwan menjelaskan, pihaknya mulai melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Salah satu lokasi pemeriksaan dilakukan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Hari ini kami mulai melakukan pengawasan terkait pemotongan hewan kurban tahun 1447 Hijriah. Sore ini kami melakukan pemeriksaan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 ekor sapi di lokasi tersebut, seluruh hewan dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
“Secara fisik hewan-hewan yang akan dikurbankan mencukupi umur untuk layak dikurbankan. Kemudian dari sisi kesehatan, tidak ada satupun hewan kurban yang terdeteksi mengalami penyakit,” jelasnya.
Selain memastikan kesehatan hewan kurban, DPPP Kota Pontianak juga memperkirakan jumlah hewan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Irwan menyebut, peningkatan jumlah hewan kurban diperkirakan mencapai sekitar 10 persen.
“Tahun 2025 lalu, jumlah sapi yang dipotong kurang lebih sekitar 1.400 ekor. Kemudian kambing sekitar 1.500 ekor,” ungkapnya.
“Untuk tahun 2026 ini kami perkirakan ada peningkatan sekitar 10 persen. Jadi sapi diperkirakan sekitar 1.400-an ekor dan kambing sekitar 1.600-an ekor,” tambah Irwan.
Sementara itu, hewan kurban dengan bobot terbesar di Kota Pontianak tahun ini diketahui berasal dari sapi bantuan Presiden RI.
“Untuk sementara yang terbesar adalah sapi bantuan presiden untuk Kota Pontianak. Saat penimbangan awal beratnya kurang lebih 930 kilogram dan kemungkinan saat hari H bisa mencapai sekitar 1 ton,” tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Mayoritas hewan kurban yang dipotong di Kota Pontianak pada Iduladha 1447 Hijriah didominasi sapi Bali dan sapi Madura.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan, kedua jenis sapi tersebut paling banyak dipilih masyarakat karena ukuran tubuhnya tidak terlalu besar sehingga harganya lebih terjangkau.
Menurutnya, kondisi itu membuat sapi Bali dan sapi Madura lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat untuk berkurban.
“Mayoritas sapi yang dikurbankan di Kota Pontianak itu sapi Bali dan sapi Madura. Karena ukurannya tidak terlalu besar, dari sisi harga juga memenuhi kriteria untuk hewan kurban di Kota Pontianak,” ujarnya usai melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Selasa (26/5/2026).
Irwan menjelaskan, pihaknya mulai melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Salah satu lokasi pemeriksaan dilakukan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Hari ini kami mulai melakukan pengawasan terkait pemotongan hewan kurban tahun 1447 Hijriah. Sore ini kami melakukan pemeriksaan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 ekor sapi di lokasi tersebut, seluruh hewan dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
“Secara fisik hewan-hewan yang akan dikurbankan mencukupi umur untuk layak dikurbankan. Kemudian dari sisi kesehatan, tidak ada satupun hewan kurban yang terdeteksi mengalami penyakit,” jelasnya.
Selain memastikan kesehatan hewan kurban, DPPP Kota Pontianak juga memperkirakan jumlah hewan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Irwan menyebut, peningkatan jumlah hewan kurban diperkirakan mencapai sekitar 10 persen.
“Tahun 2025 lalu, jumlah sapi yang dipotong kurang lebih sekitar 1.400 ekor. Kemudian kambing sekitar 1.500 ekor,” ungkapnya.
“Untuk tahun 2026 ini kami perkirakan ada peningkatan sekitar 10 persen. Jadi sapi diperkirakan sekitar 1.400-an ekor dan kambing sekitar 1.600-an ekor,” tambah Irwan.
Sementara itu, hewan kurban dengan bobot terbesar di Kota Pontianak tahun ini diketahui berasal dari sapi bantuan Presiden RI.
“Untuk sementara yang terbesar adalah sapi bantuan presiden untuk Kota Pontianak. Saat penimbangan awal beratnya kurang lebih 930 kilogram dan kemungkinan saat hari H bisa mencapai sekitar 1 ton,” tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini