Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 20 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Artritis atau radang sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama pada usia dewasa hingga lanjut usia. Namun, kondisi ini tidak hanya terbatas pada kelompok usia tersebut, karena juga bisa menyerang usia muda.
Melalui momentum Bulan Kesadaran Artritis, RSUD SSMA mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sendi, mengenali gejala sejak dini, serta melakukan langkah pencegahan agar kualitas hidup tetap terjaga.
Dokter Nihayatus Solikhah menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri sendi sebagai hal biasa akibat kelelahan atau faktor usia. Padahal, nyeri yang berlangsung terus-menerus, sendi terasa kaku terutama di pagi hari, bengkak, atau sulit digerakkan bisa menjadi tanda artritis.
“Jika tidak ditangani dengan baik, artritis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, menyebabkan keterbatasan gerak, bahkan memerlukan biaya pengobatan yang jauh lebih besar,” ungkapnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah faktor risiko artritis antara lain berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, usia lanjut, hingga riwayat cedera sendi. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi peradangan dan gangguan pada sendi.
Menurutnya, jenis artritis yang paling umum adalah osteoartritis yang terjadi akibat keausan tulang rawan seiring bertambahnya usia. Selain itu, ada juga artritis rheumatoid, artritis psoriatik, gout, dan beberapa jenis lainnya.
Dokter Nihayatus menekankan bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga berat badan ideal, karena kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul.
Selain itu, aktivitas fisik secara rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, senam ringan, atau peregangan juga penting untuk menjaga kelenturan sendi dan memperkuat otot penyangga tubuh.
Pola makan sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan sendi. Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, serta cukup air putih dapat membantu menurunkan risiko peradangan.
“Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak berlebih, dan makanan olahan sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk peradangan dalam tubuh,” jelasnya.
Untuk penderita artritis, pengelolaan nyeri menjadi langkah penting agar tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Penggunaan obat pun harus sesuai dengan anjuran dokter.
“Melalui Bulan Kesadaran Artritis ini, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan sendi. Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, nyeri dapat dikendalikan dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Artritis atau radang sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama pada usia dewasa hingga lanjut usia. Namun, kondisi ini tidak hanya terbatas pada kelompok usia tersebut, karena juga bisa menyerang usia muda.
Melalui momentum Bulan Kesadaran Artritis, RSUD SSMA mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sendi, mengenali gejala sejak dini, serta melakukan langkah pencegahan agar kualitas hidup tetap terjaga.
Dokter Nihayatus Solikhah menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri sendi sebagai hal biasa akibat kelelahan atau faktor usia. Padahal, nyeri yang berlangsung terus-menerus, sendi terasa kaku terutama di pagi hari, bengkak, atau sulit digerakkan bisa menjadi tanda artritis.
“Jika tidak ditangani dengan baik, artritis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, menyebabkan keterbatasan gerak, bahkan memerlukan biaya pengobatan yang jauh lebih besar,” ungkapnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah faktor risiko artritis antara lain berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, usia lanjut, hingga riwayat cedera sendi. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi peradangan dan gangguan pada sendi.
Menurutnya, jenis artritis yang paling umum adalah osteoartritis yang terjadi akibat keausan tulang rawan seiring bertambahnya usia. Selain itu, ada juga artritis rheumatoid, artritis psoriatik, gout, dan beberapa jenis lainnya.
Dokter Nihayatus menekankan bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga berat badan ideal, karena kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul.
Selain itu, aktivitas fisik secara rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, senam ringan, atau peregangan juga penting untuk menjaga kelenturan sendi dan memperkuat otot penyangga tubuh.
Pola makan sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan sendi. Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, serta cukup air putih dapat membantu menurunkan risiko peradangan.
“Sebaliknya, makanan tinggi gula, lemak berlebih, dan makanan olahan sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk peradangan dalam tubuh,” jelasnya.
Untuk penderita artritis, pengelolaan nyeri menjadi langkah penting agar tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Penggunaan obat pun harus sesuai dengan anjuran dokter.
“Melalui Bulan Kesadaran Artritis ini, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan sendi. Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, nyeri dapat dikendalikan dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini