Pontianak    

Wagub Krisantus Larang Miras dari Luar Masuk Area PGD Kalbar ke-40

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 20 May 2026
Wagub Krisantus Larang Miras dari Luar Masuk Area PGD Kalbar ke-40
Krisantus Kurniawan.
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Penasehat Dewan Adat Dayak, Krisantus Kurniawan, menegaskan agar panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalbar ke-40 tidak memperbolehkan minuman keras dari luar masuk ke area acara.

Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka PGD Kalbar ke-40 di Rumah Radakng, Rabu (20/05/2026).

Menurutnya, momentum Gawai Dayak tidak boleh identik dengan pesta minuman keras yang berlebihan hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Momentum Gawai ini tidak hanya joget-joget, nyanyi-nyanyi, kemudian minum. Saya selaku penasihat Dewan Adat Dayak mengimbau kepada panitia untuk tidak memasukkan minuman (miras) dari luar. Cukup yang dijual di sini saja,” kata Krisantus.

Ia juga meminta hukum adat ditegakkan terhadap pengunjung yang mabuk berlebihan hingga membuat keributan selama pelaksanaan gawai Dayak.

“Kalau sudah mabuk-mabukan berlebihan sampai tidur di selokan dan sebagainya, saya minta dikenakan sanksi hukum adat. Apalagi yang bikin ribut, harus dikenakan sanksi hukum adat,” tegasnya.

Krisantus menilai masyarakat Dayak dan seluruh masyarakat Kalbar merupakan manusia beradat yang harus tunduk dan patuh terhadap aturan adat yang berlaku.

“Karena kita adalah manusia beradat, maka kita harus tunduk dan patuh kepada hukum adat,” ujarnya.

Menurut Krisantus, Pekan Gawai Dayak Kalbar sejatinya telah menjadi event bertaraf internasional karena mampu menarik perhatian banyak wisatawan terhadap budaya Dayak di Kalimantan Barat. Untuk itu ia berharap Kementerian Pariwisata dapat menetapkan Gawai Dayak Kalbar sebagai kalender pariwisata internasional.

“Banyak yang tertarik kepada prosesi gawai Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Ini salah satu potensi destinasi wisata di bidang budaya,” katanya.

Krisantus mengajak seluruh masyarakat Kalbar dari berbagai suku dan budaya untuk terus menjaga persatuan dan toleransi melalui momentum gawai Dayak.

“Lewat gawai Dayak ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat, suku apa pun dan budaya apa pun, untuk bersatu padu, saling menyayangi, saling toleransi, menjaga rumah besar kita Kalimantan Barat,” tutrpnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Bulan Kesadaran Artritis, Kunci Pencegahan dan Pengelolaan Nyeri Sendi Sejak Dini
Wednesday, 20 May 2026
Artikel Sebelumnya
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertifikat Berikut Ini
Wednesday, 20 May 2026

Berita terkait