Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 20 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Penasehat Dewan Adat Dayak, Krisantus Kurniawan, menegaskan agar panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalbar ke-40 tidak memperbolehkan minuman keras dari luar masuk ke area acara.
Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka PGD Kalbar ke-40 di Rumah Radakng, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, momentum Gawai Dayak tidak boleh identik dengan pesta minuman keras yang berlebihan hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Momentum Gawai ini tidak hanya joget-joget, nyanyi-nyanyi, kemudian minum. Saya selaku penasihat Dewan Adat Dayak mengimbau kepada panitia untuk tidak memasukkan minuman (miras) dari luar. Cukup yang dijual di sini saja,” kata Krisantus.
Ia juga meminta hukum adat ditegakkan terhadap pengunjung yang mabuk berlebihan hingga membuat keributan selama pelaksanaan gawai Dayak.
“Kalau sudah mabuk-mabukan berlebihan sampai tidur di selokan dan sebagainya, saya minta dikenakan sanksi hukum adat. Apalagi yang bikin ribut, harus dikenakan sanksi hukum adat,” tegasnya.
Krisantus menilai masyarakat Dayak dan seluruh masyarakat Kalbar merupakan manusia beradat yang harus tunduk dan patuh terhadap aturan adat yang berlaku.
“Karena kita adalah manusia beradat, maka kita harus tunduk dan patuh kepada hukum adat,” ujarnya.
Menurut Krisantus, Pekan Gawai Dayak Kalbar sejatinya telah menjadi event bertaraf internasional karena mampu menarik perhatian banyak wisatawan terhadap budaya Dayak di Kalimantan Barat. Untuk itu ia berharap Kementerian Pariwisata dapat menetapkan Gawai Dayak Kalbar sebagai kalender pariwisata internasional.
“Banyak yang tertarik kepada prosesi gawai Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Ini salah satu potensi destinasi wisata di bidang budaya,” katanya.
Krisantus mengajak seluruh masyarakat Kalbar dari berbagai suku dan budaya untuk terus menjaga persatuan dan toleransi melalui momentum gawai Dayak.
“Lewat gawai Dayak ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat, suku apa pun dan budaya apa pun, untuk bersatu padu, saling menyayangi, saling toleransi, menjaga rumah besar kita Kalimantan Barat,” tutrpnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Penasehat Dewan Adat Dayak, Krisantus Kurniawan, menegaskan agar panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalbar ke-40 tidak memperbolehkan minuman keras dari luar masuk ke area acara.
Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka PGD Kalbar ke-40 di Rumah Radakng, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, momentum Gawai Dayak tidak boleh identik dengan pesta minuman keras yang berlebihan hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Momentum Gawai ini tidak hanya joget-joget, nyanyi-nyanyi, kemudian minum. Saya selaku penasihat Dewan Adat Dayak mengimbau kepada panitia untuk tidak memasukkan minuman (miras) dari luar. Cukup yang dijual di sini saja,” kata Krisantus.
Ia juga meminta hukum adat ditegakkan terhadap pengunjung yang mabuk berlebihan hingga membuat keributan selama pelaksanaan gawai Dayak.
“Kalau sudah mabuk-mabukan berlebihan sampai tidur di selokan dan sebagainya, saya minta dikenakan sanksi hukum adat. Apalagi yang bikin ribut, harus dikenakan sanksi hukum adat,” tegasnya.
Krisantus menilai masyarakat Dayak dan seluruh masyarakat Kalbar merupakan manusia beradat yang harus tunduk dan patuh terhadap aturan adat yang berlaku.
“Karena kita adalah manusia beradat, maka kita harus tunduk dan patuh kepada hukum adat,” ujarnya.
Menurut Krisantus, Pekan Gawai Dayak Kalbar sejatinya telah menjadi event bertaraf internasional karena mampu menarik perhatian banyak wisatawan terhadap budaya Dayak di Kalimantan Barat. Untuk itu ia berharap Kementerian Pariwisata dapat menetapkan Gawai Dayak Kalbar sebagai kalender pariwisata internasional.
“Banyak yang tertarik kepada prosesi gawai Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Ini salah satu potensi destinasi wisata di bidang budaya,” katanya.
Krisantus mengajak seluruh masyarakat Kalbar dari berbagai suku dan budaya untuk terus menjaga persatuan dan toleransi melalui momentum gawai Dayak.
“Lewat gawai Dayak ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat, suku apa pun dan budaya apa pun, untuk bersatu padu, saling menyayangi, saling toleransi, menjaga rumah besar kita Kalimantan Barat,” tutrpnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini