Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 15 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Nyeri sendi yang datang berulang sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan.
Penyakit ini umumnya terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi juga bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki aktivitas berat, kelebihan berat badan atau riwayat cidera sendi.
Apoteker RSUD SSMA Pontianak, Fikri Destari mengungkapkan, meskipun bersifat kronis, osteoartritis tetap dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Kunci utamanya adalah kombinasi terapi medis dan perubahan gaya hidup agar penderita tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
"Tanpa penanganan yang tepat, osteoartritis dapat menyebabkan nyeri yang semakin parah, penurunan fungsi sendi, keterbatasan aktivitas serta penurunan kualitas hidup," sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, (15/04/2026).
Pengobatan tidak hanya berfokus pada menghilangkan nyeri, tetapi juga menjaga fungsi sendi dalam jangka waktu panjang. Pengobatan dengan obat bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Fikri menambahkan beberapa jenis obat yang umumnya digunakan dalam pengobatan osteoartritis yaitu obat pereda nyeri seperti paracetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat oles (topikal) untuk area sendi yang nyeri.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan suntikan langsung ke dalam sendi untuk membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kenyamanan.
Ia juga mengingatkan agar memperhatikan dalam penggunaan obat seperti jangan mengonsumsi obat osteoartritis tanpa rekomendasi dokter terutama dalam jangka panjang, perhatikan juga riwayat penyakit lain seperti gangguan lambung, ginjal atau jantung.
"Selain itu, kombinasi obat harus diwaspadai untuk mencegah interaksi obat serta segera laporkan jika efek samping muncul seperti nyeri lambung, mual atau pusing," lanjutnya.
Perubahan gaya hidup juga memiliki peran penting dalam mengendalikan osteoartritis. Mulai dengan olahraga teratur (jalan kaki atau latihan penguatan otot), menjaga berat badan ideal, fisioterapi guna meningkatkan fleksibilitas dan fungsi sendi, kompres hangat/dingin untuk meredakan nyeri sampai penggunaan alat bantu seperti knee brace bila diperlukan.
"Kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci utama dalam mengendalikan gejala. Dengan penanganan tepat, nyeri sendi bukan lagi penghalang untuk menjalani hidup yang berkualitas," pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com - Nyeri sendi yang datang berulang sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan.
Penyakit ini umumnya terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi juga bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki aktivitas berat, kelebihan berat badan atau riwayat cidera sendi.
Apoteker RSUD SSMA Pontianak, Fikri Destari mengungkapkan, meskipun bersifat kronis, osteoartritis tetap dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Kunci utamanya adalah kombinasi terapi medis dan perubahan gaya hidup agar penderita tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
"Tanpa penanganan yang tepat, osteoartritis dapat menyebabkan nyeri yang semakin parah, penurunan fungsi sendi, keterbatasan aktivitas serta penurunan kualitas hidup," sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, (15/04/2026).
Pengobatan tidak hanya berfokus pada menghilangkan nyeri, tetapi juga menjaga fungsi sendi dalam jangka waktu panjang. Pengobatan dengan obat bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Fikri menambahkan beberapa jenis obat yang umumnya digunakan dalam pengobatan osteoartritis yaitu obat pereda nyeri seperti paracetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat oles (topikal) untuk area sendi yang nyeri.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan suntikan langsung ke dalam sendi untuk membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kenyamanan.
Ia juga mengingatkan agar memperhatikan dalam penggunaan obat seperti jangan mengonsumsi obat osteoartritis tanpa rekomendasi dokter terutama dalam jangka panjang, perhatikan juga riwayat penyakit lain seperti gangguan lambung, ginjal atau jantung.
"Selain itu, kombinasi obat harus diwaspadai untuk mencegah interaksi obat serta segera laporkan jika efek samping muncul seperti nyeri lambung, mual atau pusing," lanjutnya.
Perubahan gaya hidup juga memiliki peran penting dalam mengendalikan osteoartritis. Mulai dengan olahraga teratur (jalan kaki atau latihan penguatan otot), menjaga berat badan ideal, fisioterapi guna meningkatkan fleksibilitas dan fungsi sendi, kompres hangat/dingin untuk meredakan nyeri sampai penggunaan alat bantu seperti knee brace bila diperlukan.
"Kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci utama dalam mengendalikan gejala. Dengan penanganan tepat, nyeri sendi bukan lagi penghalang untuk menjalani hidup yang berkualitas," pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini