Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 11 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Bahaya rokok terhadap paru-paru dan jantung mungkin sudah sering terdengar. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan merokok juga berdampak serius terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Mulai dari gigi menguning, bau mulut, kerusakan gusi, hingga meningkatnya risiko kanker mulut menjadi sederet dampak yang bisa muncul akibat paparan zat berbahaya dalam rokok.
Dokter gigi RSUD SSMA Kota Pontianak, drg. Antonius Berwin, mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat memicu berbagai gangguan pada rongga mulut yang sering kali tidak disadari perokok.
“Mulai dari gigi menguning, bau mulut, kerusakan gusi dan tulang penyangga gigi, hingga meningkatnya risiko kanker mulut dapat terjadi akibat kebiasaan merokok,” ujarnya saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia dan ratusan di antaranya bersifat toksik. Beberapa zat yang paling dikenal seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida memiliki dampak buruk terhadap jaringan rongga mulut.
Menurut Antonius, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju jaringan gusi dan tulang penyangga gigi menjadi berkurang. Kondisi tersebut membuat jaringan di sekitar gigi lebih rentan mengalami kerusakan maupun infeksi.
Akibatnya, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami radang gusi dan penyakit periodontal. Jika tidak ditangani, kondisi itu bisa menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi hingga membuat gigi goyang bahkan tanggal.
Selain itu, kandungan tar pada rokok juga dapat menempel di permukaan gigi dan menyebabkan perubahan warna menjadi kekuningan atau kecokelatan. Kebiasaan merokok juga kerap memicu bau mulut akibat perubahan kondisi rongga mulut dan penumpukan zat sisa rokok.
Tak hanya itu, Antonius mengingatkan bahwa merokok dapat memperlambat proses penyembuhan luka di dalam mulut. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pasien yang menjalani pencabutan gigi, pemasangan implan, maupun perawatan gigi lainnya karena risiko infeksi dan gangguan penyembuhan menjadi lebih tinggi.
Yang paling berbahaya, lanjutnya, merokok menjadi salah satu faktor risiko utama kanker mulut. Gejalanya bisa berupa sariawan yang tak kunjung sembuh, muncul bercak putih atau merah di rongga mulut, benjolan, hingga rasa nyeri saat menelan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok demi menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut.
“Berhenti merokok bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap bersih dan sehat,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Bahaya rokok terhadap paru-paru dan jantung mungkin sudah sering terdengar. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan merokok juga berdampak serius terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Mulai dari gigi menguning, bau mulut, kerusakan gusi, hingga meningkatnya risiko kanker mulut menjadi sederet dampak yang bisa muncul akibat paparan zat berbahaya dalam rokok.
Dokter gigi RSUD SSMA Kota Pontianak, drg. Antonius Berwin, mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat memicu berbagai gangguan pada rongga mulut yang sering kali tidak disadari perokok.
“Mulai dari gigi menguning, bau mulut, kerusakan gusi dan tulang penyangga gigi, hingga meningkatnya risiko kanker mulut dapat terjadi akibat kebiasaan merokok,” ujarnya saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia dan ratusan di antaranya bersifat toksik. Beberapa zat yang paling dikenal seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida memiliki dampak buruk terhadap jaringan rongga mulut.
Menurut Antonius, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju jaringan gusi dan tulang penyangga gigi menjadi berkurang. Kondisi tersebut membuat jaringan di sekitar gigi lebih rentan mengalami kerusakan maupun infeksi.
Akibatnya, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami radang gusi dan penyakit periodontal. Jika tidak ditangani, kondisi itu bisa menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi hingga membuat gigi goyang bahkan tanggal.
Selain itu, kandungan tar pada rokok juga dapat menempel di permukaan gigi dan menyebabkan perubahan warna menjadi kekuningan atau kecokelatan. Kebiasaan merokok juga kerap memicu bau mulut akibat perubahan kondisi rongga mulut dan penumpukan zat sisa rokok.
Tak hanya itu, Antonius mengingatkan bahwa merokok dapat memperlambat proses penyembuhan luka di dalam mulut. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pasien yang menjalani pencabutan gigi, pemasangan implan, maupun perawatan gigi lainnya karena risiko infeksi dan gangguan penyembuhan menjadi lebih tinggi.
Yang paling berbahaya, lanjutnya, merokok menjadi salah satu faktor risiko utama kanker mulut. Gejalanya bisa berupa sariawan yang tak kunjung sembuh, muncul bercak putih atau merah di rongga mulut, benjolan, hingga rasa nyeri saat menelan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok demi menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut.
“Berhenti merokok bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap bersih dan sehat,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini