Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 11 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Masih banyak masyarakat yang menganggap pengelolaan diabetes cukup dilakukan dengan minum obat atau suntik insulin. Padahal, latihan fisik rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil bagi para diabetesi.
Edukator Diabetes Kesarina Kencana Sianturi menjelaskan, olahraga bagi penderita diabetes bukan sekadar untuk berkeringat atau menurunkan berat badan. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan gula darah menjadi energi sehingga kadar glukosa lebih terkontrol.
“Saat tubuh aktif bergerak, kerja insulin menjadi lebih efektif dan sel-sel tubuh lebih mudah menyerap glukosa. Karena itulah olahraga menjadi salah satu pilar dalam pengelolaan diabetes,” ungkap Kesarina saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, latihan fisik untuk diabetesi tidak harus mahal ataupun terlalu berat. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, bersepeda santai, hingga senam diabetes sudah cukup membantu menjaga kebugaran tubuh dan mengontrol gula darah.
Kesarina mengatakan, agar hasil latihan lebih optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan, diabetesi disarankan mengikuti tahapan latihan fisik dengan benar.
Secara umum, latihan fisik terbagi menjadi tiga tahap, yakni pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
Pada tahap pemanasan, diabetesi dianjurkan melakukan peregangan dinamis dengan intensitas ringan hingga sedang selama 5 sampai 15 menit.
Setelah itu, latihan dilanjutkan ke gerakan inti seperti latihan daya tahan kardiorespiratori, latihan kelenturan, latihan kekuatan otot, hingga latihan keseimbangan tubuh.
Ia menjelaskan, durasi olahraga yang dianjurkan bagi penderita diabetes minimal 150 menit per minggu. Selain itu, latihan juga bisa dikombinasikan dengan latihan beban minimal dua kali dalam seminggu.
“Yang paling penting adalah konsisten dan sesuai dengan kemampuan tubuh. Mulailah dari durasi ringan, lalu tingkatkan secara bertahap,” tuturnya.
Usai latihan inti, diabetesi juga dianjurkan melakukan pendinginan melalui peregangan statis atau duduk beristirahat selama 5 hingga 15 menit agar kondisi tubuh kembali normal.
Kesarina mengingatkan, sebelum memulai program olahraga rutin, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Langkah tersebut penting agar diabetesi mengetahui kapasitas tubuh, memilih jenis olahraga yang tepat, sekaligus mendapatkan panduan aman selama beraktivitas fisik.
“Sebelum memulai olahraga, diabetesi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mengetahui kapasitas tubuh dan memilih olahraga yang tepat,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Masih banyak masyarakat yang menganggap pengelolaan diabetes cukup dilakukan dengan minum obat atau suntik insulin. Padahal, latihan fisik rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil bagi para diabetesi.
Edukator Diabetes Kesarina Kencana Sianturi menjelaskan, olahraga bagi penderita diabetes bukan sekadar untuk berkeringat atau menurunkan berat badan. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan gula darah menjadi energi sehingga kadar glukosa lebih terkontrol.
“Saat tubuh aktif bergerak, kerja insulin menjadi lebih efektif dan sel-sel tubuh lebih mudah menyerap glukosa. Karena itulah olahraga menjadi salah satu pilar dalam pengelolaan diabetes,” ungkap Kesarina saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, latihan fisik untuk diabetesi tidak harus mahal ataupun terlalu berat. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, bersepeda santai, hingga senam diabetes sudah cukup membantu menjaga kebugaran tubuh dan mengontrol gula darah.
Kesarina mengatakan, agar hasil latihan lebih optimal dan risiko cedera dapat diminimalkan, diabetesi disarankan mengikuti tahapan latihan fisik dengan benar.
Secara umum, latihan fisik terbagi menjadi tiga tahap, yakni pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
Pada tahap pemanasan, diabetesi dianjurkan melakukan peregangan dinamis dengan intensitas ringan hingga sedang selama 5 sampai 15 menit.
Setelah itu, latihan dilanjutkan ke gerakan inti seperti latihan daya tahan kardiorespiratori, latihan kelenturan, latihan kekuatan otot, hingga latihan keseimbangan tubuh.
Ia menjelaskan, durasi olahraga yang dianjurkan bagi penderita diabetes minimal 150 menit per minggu. Selain itu, latihan juga bisa dikombinasikan dengan latihan beban minimal dua kali dalam seminggu.
“Yang paling penting adalah konsisten dan sesuai dengan kemampuan tubuh. Mulailah dari durasi ringan, lalu tingkatkan secara bertahap,” tuturnya.
Usai latihan inti, diabetesi juga dianjurkan melakukan pendinginan melalui peregangan statis atau duduk beristirahat selama 5 hingga 15 menit agar kondisi tubuh kembali normal.
Kesarina mengingatkan, sebelum memulai program olahraga rutin, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Langkah tersebut penting agar diabetesi mengetahui kapasitas tubuh, memilih jenis olahraga yang tepat, sekaligus mendapatkan panduan aman selama beraktivitas fisik.
“Sebelum memulai olahraga, diabetesi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mengetahui kapasitas tubuh dan memilih olahraga yang tepat,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini