Pontianak    

APBN Kalbar Defisit Rp 3,94 Triliun, Ekonomi Daerah Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 11 May 2026
APBN Kalbar Defisit Rp 3,94 Triliun, Ekonomi Daerah Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALABRONLINE.com - Kalimantan Barat mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 3,94 triliun hingga 31 Maret 2026. Defisit terjadi karena pengeluaran pemerintah lebih besar daripada pendapatan yang diterima.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara di Kalbar baru mencapai Rp 2,99 triliun. Sementara itu, belanja negara sudah mencapai Rp 6,94 triliun.

Kepala Kanwil DJPb Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono mengatakan, APBN tetap menjadi alat pemerintah untuk menjaga ekonomi daerah agar tetap bergerak di tengah kondisi global yang belum stabil.

“APBN terus hadir untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung pembangunan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat,” ujarnya dalam Konferensi Pers APBN Kalbar Edisi April 2026, Senin (11/05/2026).

Selain itu ia juga menyebutkan penerimaan pajak di Kalbar hingga Maret 2026 tumbuh 18,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik 49,73 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor-sektor tersebut semakin meningkat.

“Belanja pemerintah pusat di Kalbar juga tumbuh 31,68 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai, belanja operasional, hingga pembangunan infrastruktur seperti jalan, sarana pendidikan, dan jaringan air.,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada ASN di Kalbar dengan total lebih dari Rp709 miliar.

Dana ini terdiri dari Rp 275,98 miliar untuk ASN pemerintah pusat dan Rp 433,93 miliar untuk ASN pemerintah daerah.

“Penyaluran THR tersebut ikut meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong perputaran uang selama Ramadan dan Idulfitri,” sebutnya.

Dalam penyaluran Transfer ke Daerah (TKD), ia mengatakan, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan realisasi terbesar, yaitu Rp433,29 miliar.

Setelah itu disusul Kabupaten Sambas sebesar Rp 424,91 miliar dan Kabupaten Sintang sebesar Rp 411,06 miliar.

Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalbar hingga Maret 2026 mencapai Rp1,19 triliun kepada 15.791 pelaku usaha.

Sementara program pembiayaan rumah subsidi (FLPP) telah tersalurkan Rp 205,58 miliar kepada 1.570 penerima.

Secara keseluruhan, kinerja APBN di Kalbar dinilai masih kuat dan tetap berperan penting dalam menjaga ekonomi daerah agar terus tumbuh. (Lid)

Artikel Selanjutnya
DJPb Kalbar: Transfer ke Daerah Sudah Capai Rp 800 Miliar pada Triwulan I 2026
Monday, 11 May 2026
Artikel Sebelumnya
Perokok Perlu Waspada, Rokok Bisa Picu Kerusakan Gigi hingga Kanker Mulut
Monday, 11 May 2026

Berita terkait