Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 27 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Kesehatan gigi dan mulut sering kali dianggap sepele. Padahal, infeksi pada gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri lokal, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
drg Revyliana Marta Betzy Sianturi mengingatkan, bahwa infeksi gigi yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebar ke organ lain dan memicu berbagai penyakit berbahaya. Infeksi gigi umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga.
“Jika dibiarkan, bakteri ini dapat masuk ke aliran darah dan menyebar ke berbagai organ tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai bakteremia, yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi gangguan serius.” sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD Kota Pontianak, Senin (27/04/2026).
Infeksi pada gigi dan gusi memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung. Bakteri dari rongga mulut dapat memicu peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Revyliana menambahkan, bahwa penyakit gusi juga dapat memperburuk kondisi penderita diabetes karena memengaruhi kontrol kadar gula darah.
Tak hanya itu, infeksi gigi yang parah juga berisiko menyebabkan abses, yaitu penumpukan nanah akibat infeksi bakteri. Jika abses tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke area wajah, leher, bahkan organ lainnya seperti jantung, yang dapat mengancam nyawa.
Ia juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem imun yang lemah perlu lebih waspada. Pada mereka, penyebaran infeksi bisa terjadi lebih cepat dan menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diimbau menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali dan segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti nyeri gigi berkepanjangan, gusi bengkak, atau keluar nanah.
“Kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian penting dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan rutin, risiko penyakit serius akibat infeksi gigi dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com - Kesehatan gigi dan mulut sering kali dianggap sepele. Padahal, infeksi pada gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri lokal, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
drg Revyliana Marta Betzy Sianturi mengingatkan, bahwa infeksi gigi yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebar ke organ lain dan memicu berbagai penyakit berbahaya. Infeksi gigi umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga.
“Jika dibiarkan, bakteri ini dapat masuk ke aliran darah dan menyebar ke berbagai organ tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai bakteremia, yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi gangguan serius.” sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD Kota Pontianak, Senin (27/04/2026).
Infeksi pada gigi dan gusi memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung. Bakteri dari rongga mulut dapat memicu peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Revyliana menambahkan, bahwa penyakit gusi juga dapat memperburuk kondisi penderita diabetes karena memengaruhi kontrol kadar gula darah.
Tak hanya itu, infeksi gigi yang parah juga berisiko menyebabkan abses, yaitu penumpukan nanah akibat infeksi bakteri. Jika abses tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke area wajah, leher, bahkan organ lainnya seperti jantung, yang dapat mengancam nyawa.
Ia juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem imun yang lemah perlu lebih waspada. Pada mereka, penyebaran infeksi bisa terjadi lebih cepat dan menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diimbau menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, menggunakan benang gigi, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali dan segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti nyeri gigi berkepanjangan, gusi bengkak, atau keluar nanah.
“Kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian penting dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan rutin, risiko penyakit serius akibat infeksi gigi dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini