Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 02 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas capaian sektor pendidikan di Kalimantan Barat. Sejumlah indikator pendidikan Kalbar yang digunakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar) menunjukkan tren positif dan terus mengalami peningkatan.
Data tahun 2025 mencatat, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kalbar mencapai 8,07 tahun. Angka ini naik 0,29 dibanding tahun 2024 yang berada di level 7,78 tahun. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat menjadi 12,69 tahun dari sebelumnya 12,68 tahun.
Kenaikan RLS tersebut menandakan rata-rata masyarakat Kalbar kini mampu menempuh pendidikan hingga setara kelas II SMP. Ini menjadi sinyal bahwa angka putus sekolah mulai menurun dan semakin banyak anak bertahan di bangku pendidikan dasar hingga menengah pertama.
Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, menegaskan Pemprov Kalbar akan terus mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
“Untuk mencapai itu tentu kita perlu akses, kita perlu guru, kita perlu sekolah-sekolah yang dibangun, kita perlu buku-buku yang dibelanjakan, dan masih banyak lainnya. Nah itu juga yang berusaha kita bangun,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, perbaikan infrastruktur pendidikan juga terus berjalan. Tercatat sebanyak 26 SMA di Kalimantan Barat tuntas direvitalisasi sepanjang 2025 dengan total anggaran Rp36,16 miliar melalui Disdikbud Kalbar.
Sementara itu, angka HLS sebesar 12,69 tahun menggambarkan peluang pendidikan yang bisa ditempuh anak usia sekolah saat ini. Dengan capaian tersebut, anak-anak di Kalbar diproyeksikan memiliki kesempatan bersekolah hingga jenjang SMA, bahkan mendekati perguruan tinggi.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Kalbar juga berupaya menekan angka putus sekolah melalui Program Retrieval yang mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 88 Tahun 2021.
Program ini menyasar siswa putus sekolah agar bisa kembali melanjutkan pendidikan, dengan dukungan bantuan Rp2 juta per bulan per siswa. Pada 2025, program tersebut menjangkau lima siswa SMK dengan total anggaran Rp120 juta selama satu tahun.
Bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup administrasi sekolah, tetapi juga perlengkapan belajar, alat tulis, transportasi, makan, penginapan, hingga uang saku. Skema ini dirancang untuk mengatasi hambatan non-akademik yang kerap menjadi penyebab utama anak berhenti sekolah.
Syarif Faisal menjelaskan, data penerima bantuan berasal dari satuan pendidikan dan diverifikasi lebih lanjut oleh bidang terkait serta pengawas sekolah.
“Agar stimulus ini tepat sasaran, kita dari Disdikbud meminta data ini dari satuan pendidikan yang nantinya juga akan diverifikasi oleh bidang PSMK maupun pengawas sekolah,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat menekan angka putus sekolah di Kalbar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Tentu kita berharap dengan adanya program ini dapat mengurangi angka putus sekolah di Kalbar,” tambahnya.
Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan dan keberlanjutan sekolah anak-anak merupakan tolok ukur penting keberhasilan pembangunan manusia di daerah. Dengan tren indikator pendidikan Kalbar yang terus naik, optimisme menuju SDM unggul semakin terbuka lebar. (*)
KALBARONLINE.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas capaian sektor pendidikan di Kalimantan Barat. Sejumlah indikator pendidikan Kalbar yang digunakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar) menunjukkan tren positif dan terus mengalami peningkatan.
Data tahun 2025 mencatat, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kalbar mencapai 8,07 tahun. Angka ini naik 0,29 dibanding tahun 2024 yang berada di level 7,78 tahun. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat menjadi 12,69 tahun dari sebelumnya 12,68 tahun.
Kenaikan RLS tersebut menandakan rata-rata masyarakat Kalbar kini mampu menempuh pendidikan hingga setara kelas II SMP. Ini menjadi sinyal bahwa angka putus sekolah mulai menurun dan semakin banyak anak bertahan di bangku pendidikan dasar hingga menengah pertama.
Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, menegaskan Pemprov Kalbar akan terus mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
“Untuk mencapai itu tentu kita perlu akses, kita perlu guru, kita perlu sekolah-sekolah yang dibangun, kita perlu buku-buku yang dibelanjakan, dan masih banyak lainnya. Nah itu juga yang berusaha kita bangun,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, perbaikan infrastruktur pendidikan juga terus berjalan. Tercatat sebanyak 26 SMA di Kalimantan Barat tuntas direvitalisasi sepanjang 2025 dengan total anggaran Rp36,16 miliar melalui Disdikbud Kalbar.
Sementara itu, angka HLS sebesar 12,69 tahun menggambarkan peluang pendidikan yang bisa ditempuh anak usia sekolah saat ini. Dengan capaian tersebut, anak-anak di Kalbar diproyeksikan memiliki kesempatan bersekolah hingga jenjang SMA, bahkan mendekati perguruan tinggi.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Kalbar juga berupaya menekan angka putus sekolah melalui Program Retrieval yang mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 88 Tahun 2021.
Program ini menyasar siswa putus sekolah agar bisa kembali melanjutkan pendidikan, dengan dukungan bantuan Rp2 juta per bulan per siswa. Pada 2025, program tersebut menjangkau lima siswa SMK dengan total anggaran Rp120 juta selama satu tahun.
Bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup administrasi sekolah, tetapi juga perlengkapan belajar, alat tulis, transportasi, makan, penginapan, hingga uang saku. Skema ini dirancang untuk mengatasi hambatan non-akademik yang kerap menjadi penyebab utama anak berhenti sekolah.
Syarif Faisal menjelaskan, data penerima bantuan berasal dari satuan pendidikan dan diverifikasi lebih lanjut oleh bidang terkait serta pengawas sekolah.
“Agar stimulus ini tepat sasaran, kita dari Disdikbud meminta data ini dari satuan pendidikan yang nantinya juga akan diverifikasi oleh bidang PSMK maupun pengawas sekolah,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat menekan angka putus sekolah di Kalbar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Tentu kita berharap dengan adanya program ini dapat mengurangi angka putus sekolah di Kalbar,” tambahnya.
Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan dan keberlanjutan sekolah anak-anak merupakan tolok ukur penting keberhasilan pembangunan manusia di daerah. Dengan tren indikator pendidikan Kalbar yang terus naik, optimisme menuju SDM unggul semakin terbuka lebar. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini