Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 04 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 melalui upacara yang digelar di lingkungan Pemkot Pontianak, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pendidikan tidak hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.
Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah pusat saat ini mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan agar proses belajar lebih bermakna, kritis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.
“Kita ingin seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Secara nasional, pemerintah juga telah menjalankan sejumlah program strategis pendidikan. Di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik dan literasi numerasi.
Data tahun 2025 mencatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Selain itu, sekitar 288 ribu satuan pendidikan telah menerima papan interaktif digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern.
Upaya peningkatan kualitas guru juga terus dilakukan melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif bagi guru honorer.
Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, keluarga, media, hingga lingkungan sekitar, untuk ikut terlibat dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
“Selain itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui berbagai program seperti budaya asri, aman, sehat, resik, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tutup Edi. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 melalui upacara yang digelar di lingkungan Pemkot Pontianak, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pendidikan tidak hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.
Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah pusat saat ini mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan agar proses belajar lebih bermakna, kritis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.
“Kita ingin seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Secara nasional, pemerintah juga telah menjalankan sejumlah program strategis pendidikan. Di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik dan literasi numerasi.
Data tahun 2025 mencatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Selain itu, sekitar 288 ribu satuan pendidikan telah menerima papan interaktif digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern.
Upaya peningkatan kualitas guru juga terus dilakukan melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif bagi guru honorer.
Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, keluarga, media, hingga lingkungan sekitar, untuk ikut terlibat dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
“Selain itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui berbagai program seperti budaya asri, aman, sehat, resik, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tutup Edi. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini