Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 01 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Seorang pekerja kelapa sawit asal Kabupaten Ketapang, Lahon, mengeluhkan kondisi upah buruh yang dinilai belum layak dan belum memberikan perlindungan bagi pekerja.
Hal itu ia sampaikan saat mengikuti aksi May Day bertajuk Rakyat Bersatu Lawan Eksploitasi di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat 1 Mei 2026.
“Kita pekerja karyawan sawit PT Aditya Agroindo. Kalau upah di sana memang sesuai dengan yang disampaikan teman-teman, memang belum melindungi pekerja,” ujarnya.
Menurut Lahon, perhatian pemerintah terhadap kondisi buruh di daerah masih minim terutama dalam hal pengawasan langsung.
Ia menilai pemerintah lebih sering menunggu laporan tanpa melihat langsung situasi yang dihadapi pekerja.
“Yang kami lihat, pemerintah itu hanya menunggu laporan dari bawah, tapi tidak turun ke lapangan,” katanya.
Selain persoalan upah, ia juga menyoroti permasalahan yang melibatkan PT Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang yang dinilai hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.
Ia mengungkapkan adanya dugaan aktivitas perusahaan yang merugikan masyarakat seperti perusakan kawasan hutan lindung hingga pembakaran lahan warga.
Lahon berharap pemerintah dapat lebih serius menangani persoalan buruh dan konflik agraria.
“Mudah-mudahan dengan May Day pada tahun ini, bisa mencapai puncak untuk memperhatikan masyarakat semuanya. Bukan saja buruh, sektor-sektor lainnya juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Seorang pekerja kelapa sawit asal Kabupaten Ketapang, Lahon, mengeluhkan kondisi upah buruh yang dinilai belum layak dan belum memberikan perlindungan bagi pekerja.
Hal itu ia sampaikan saat mengikuti aksi May Day bertajuk Rakyat Bersatu Lawan Eksploitasi di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat 1 Mei 2026.
“Kita pekerja karyawan sawit PT Aditya Agroindo. Kalau upah di sana memang sesuai dengan yang disampaikan teman-teman, memang belum melindungi pekerja,” ujarnya.
Menurut Lahon, perhatian pemerintah terhadap kondisi buruh di daerah masih minim terutama dalam hal pengawasan langsung.
Ia menilai pemerintah lebih sering menunggu laporan tanpa melihat langsung situasi yang dihadapi pekerja.
“Yang kami lihat, pemerintah itu hanya menunggu laporan dari bawah, tapi tidak turun ke lapangan,” katanya.
Selain persoalan upah, ia juga menyoroti permasalahan yang melibatkan PT Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang yang dinilai hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.
Ia mengungkapkan adanya dugaan aktivitas perusahaan yang merugikan masyarakat seperti perusakan kawasan hutan lindung hingga pembakaran lahan warga.
Lahon berharap pemerintah dapat lebih serius menangani persoalan buruh dan konflik agraria.
“Mudah-mudahan dengan May Day pada tahun ini, bisa mencapai puncak untuk memperhatikan masyarakat semuanya. Bukan saja buruh, sektor-sektor lainnya juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini