Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 01 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Aksi damai dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (01/05/2026), diwarnai kekecewaan massa.
Kekecewaan itu muncul setelah Gubernur Kalbar, Ria Norsan, tidak hadir secara langsung menemui para buruh yang telah menyampaikan aspirasi selama kurang lebih empat jam. Padahal, sebelumnya Norsan diketahui sempat menghadiri kegiatan peringatan May Day di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat.
Sejumlah perwakilan buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam aksi menyatakan harapan mereka untuk dapat berdialog langsung dengan gubernur tidak terwujud. Mereka menilai kehadiran kepala daerah penting sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan aspirasi para pekerja.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan terkait isu ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kesejahteraan buruh, penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, hingga perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Koordinator SPARKA Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Raden Deden Fajaruloh, mewakili para buruh, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi rakyat.
Ia menyebut, kekecewaan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang belum terselesaikan, seperti konflik agraria, rendahnya upah, hingga tingginya harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah.
“Kami kecewa karena harapan untuk berdialog langsung tidak terwujud. Ini menjadi gambaran bahwa aspirasi rakyat belum sepenuhnya didengar,” ujarnya.
Meski gubernur tidak hadir, aksi tetap berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri secara damai sambil berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Aksi damai dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (01/05/2026), diwarnai kekecewaan massa.
Kekecewaan itu muncul setelah Gubernur Kalbar, Ria Norsan, tidak hadir secara langsung menemui para buruh yang telah menyampaikan aspirasi selama kurang lebih empat jam. Padahal, sebelumnya Norsan diketahui sempat menghadiri kegiatan peringatan May Day di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat.
Sejumlah perwakilan buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam aksi menyatakan harapan mereka untuk dapat berdialog langsung dengan gubernur tidak terwujud. Mereka menilai kehadiran kepala daerah penting sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan aspirasi para pekerja.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan terkait isu ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kesejahteraan buruh, penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, hingga perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Koordinator SPARKA Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Raden Deden Fajaruloh, mewakili para buruh, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi rakyat.
Ia menyebut, kekecewaan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang belum terselesaikan, seperti konflik agraria, rendahnya upah, hingga tingginya harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah.
“Kami kecewa karena harapan untuk berdialog langsung tidak terwujud. Ini menjadi gambaran bahwa aspirasi rakyat belum sepenuhnya didengar,” ujarnya.
Meski gubernur tidak hadir, aksi tetap berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri secara damai sambil berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini