Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 01 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dijadikan agenda tetap dan disandingkan dengan perayaan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut bukan hanya punya nilai nostalgia, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM Pontianak.
“Saya ingat, dulu PRP ini pernah diadakan setiap tahun pada era 90-an. Lokasinya di Gedung Arena Remaja atau PCC sekarang. Tahun ini PRP kembali digelar dan ini tahun kedua. Tahun pertama di PCC, sekarang di Rumah Radakng,” ujar Satarudin.
Ia menilai, PRP memiliki potensi besar menjadi magnet wisata dan hiburan keluarga di Pontianak. Dalam event tersebut, masyarakat bisa berbelanja, menikmati kuliner, hingga menyaksikan berbagai hiburan. Jika pengunjung ramai selama pelaksanaan, maka pelaku usaha kecil dan UMKM akan ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi.
Karena itu, Satarudin berharap PRP tahun depan bisa dikemas lebih besar dan masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, PRP tidak cukup hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga perlu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, serta BUMD.
“Kalau sekarang saya lihat banyak stan pelaku usaha thrifting, pakaian, marketing perumahan, dan produk swasta. Mereka saja mau terlibat, seharusnya pemerintah, BUMN, dan BUMD juga bisa ikut,” katanya.
Ia menjelaskan, kehadiran stan pemerintah dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Misalnya melalui layanan pembuatan KTP, pengurusan izin usaha, hingga konsultasi program daerah.
Diketahui, pada pelaksanaan tahun ini PRP belum mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Pontianak. Satarudin berharap tahun depan ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak ketiga agar event ini bisa dikemas lebih maksimal, kreatif, dan profesional.
“Kita bisa buat event ini sejajar dengan Pekan Raya Jakarta. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik. Namun ia setuju jika tahun depan pemerintah ikut berkontribusi agar event semakin meriah dan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi Pontianak.
Menurut Rizal, promosi PRP juga harus diperkuat. Informasi event sebaiknya sudah terlihat sejak masyarakat tiba di bandara, dipasang di papan reklame, dan diperluas ke berbagai kanal promosi agar warga Pontianak maupun luar daerah mengetahui agenda tersebut.
“Ketika ini ramai maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP Solihin mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya sukses digelar. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghidupkan kembali kejayaan PRP era 90-an sekaligus merangkul UMKM agar ekonomi lokal semakin bergerak.
Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak bisa ikut berkontribusi agar PRP menjadi event tahunan yang lebih besar dan lebih meriah.
“Mudah-mudahan tahun depan Pemkot Pontianak bisa turut bersumbangsih di kegiatan PRP ini. Dengan begitu, event ini bisa kita garap lebih maksimal dan meriah,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dijadikan agenda tetap dan disandingkan dengan perayaan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut bukan hanya punya nilai nostalgia, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM Pontianak.
“Saya ingat, dulu PRP ini pernah diadakan setiap tahun pada era 90-an. Lokasinya di Gedung Arena Remaja atau PCC sekarang. Tahun ini PRP kembali digelar dan ini tahun kedua. Tahun pertama di PCC, sekarang di Rumah Radakng,” ujar Satarudin.
Ia menilai, PRP memiliki potensi besar menjadi magnet wisata dan hiburan keluarga di Pontianak. Dalam event tersebut, masyarakat bisa berbelanja, menikmati kuliner, hingga menyaksikan berbagai hiburan. Jika pengunjung ramai selama pelaksanaan, maka pelaku usaha kecil dan UMKM akan ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi.
Karena itu, Satarudin berharap PRP tahun depan bisa dikemas lebih besar dan masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, PRP tidak cukup hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga perlu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, serta BUMD.
“Kalau sekarang saya lihat banyak stan pelaku usaha thrifting, pakaian, marketing perumahan, dan produk swasta. Mereka saja mau terlibat, seharusnya pemerintah, BUMN, dan BUMD juga bisa ikut,” katanya.
Ia menjelaskan, kehadiran stan pemerintah dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Misalnya melalui layanan pembuatan KTP, pengurusan izin usaha, hingga konsultasi program daerah.
Diketahui, pada pelaksanaan tahun ini PRP belum mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Pontianak. Satarudin berharap tahun depan ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak ketiga agar event ini bisa dikemas lebih maksimal, kreatif, dan profesional.
“Kita bisa buat event ini sejajar dengan Pekan Raya Jakarta. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik. Namun ia setuju jika tahun depan pemerintah ikut berkontribusi agar event semakin meriah dan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi Pontianak.
Menurut Rizal, promosi PRP juga harus diperkuat. Informasi event sebaiknya sudah terlihat sejak masyarakat tiba di bandara, dipasang di papan reklame, dan diperluas ke berbagai kanal promosi agar warga Pontianak maupun luar daerah mengetahui agenda tersebut.
“Ketika ini ramai maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP Solihin mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya sukses digelar. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghidupkan kembali kejayaan PRP era 90-an sekaligus merangkul UMKM agar ekonomi lokal semakin bergerak.
Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak bisa ikut berkontribusi agar PRP menjadi event tahunan yang lebih besar dan lebih meriah.
“Mudah-mudahan tahun depan Pemkot Pontianak bisa turut bersumbangsih di kegiatan PRP ini. Dengan begitu, event ini bisa kita garap lebih maksimal dan meriah,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini