Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang bersama aparat kepolisian bergerak cepat merespons rangkaian aksi teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kasus yang telah meresahkan masyarakat tersebut.
Langkah konkret ditunjukkan melalui rapat koordinasi antara Pemkab Ketapang dan Polres Ketapang yang digelar di Kantor Bupati, Selasa (07/04/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada upaya percepatan penanganan serta penguatan langkah pengamanan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Februari 2025 hingga April 2026 tercatat sebanyak 37 kejadian di Desa Petuakan dan Desa Gahang. Rinciannya meliputi 30 kasus pembakaran pondok, 4 kasus penembakan menggunakan senjata angin, 2 kasus pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian. Sebagian besar insiden terjadi pada malam hari, antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan aktif dalam mendukung proses penanganan yang dilakukan aparat kepolisian.
“Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polres Ketapang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kita jaga Ketapang ini bersama-sama. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Sebagai bentuk kehadiran pemerintah, Bupati juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada warga yang terdampak aksi teror tersebut.
Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pemeriksaan sejumlah saksi.
Polisi juga meningkatkan patroli rutin dan dialogis, membentuk tim khusus untuk penjagaan dan pengintaian, serta melakukan penyisiran wilayah. Dalam proses pencarian pelaku, aparat turut menurunkan anjing pelacak dan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
“Upaya lainnya juga kami lakukan seperti penyisiran dan pencarian terhadap terduga pelaku, serta patroli di wilayah terdampak,” jelasnya.
Dalam perkembangan terbaru, Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang telah mengamankan dua pelaku yang kini telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Meski demikian, pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.
Kapolres menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban dimulai dari desa. Semua pihak harus mengambil peran masing-masing,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berkomitmen menuntaskan kasus tersebut sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat di Kecamatan Air Upas. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang bersama aparat kepolisian bergerak cepat merespons rangkaian aksi teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kasus yang telah meresahkan masyarakat tersebut.
Langkah konkret ditunjukkan melalui rapat koordinasi antara Pemkab Ketapang dan Polres Ketapang yang digelar di Kantor Bupati, Selasa (07/04/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada upaya percepatan penanganan serta penguatan langkah pengamanan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Februari 2025 hingga April 2026 tercatat sebanyak 37 kejadian di Desa Petuakan dan Desa Gahang. Rinciannya meliputi 30 kasus pembakaran pondok, 4 kasus penembakan menggunakan senjata angin, 2 kasus pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian. Sebagian besar insiden terjadi pada malam hari, antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan aktif dalam mendukung proses penanganan yang dilakukan aparat kepolisian.
“Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polres Ketapang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kita jaga Ketapang ini bersama-sama. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Sebagai bentuk kehadiran pemerintah, Bupati juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada warga yang terdampak aksi teror tersebut.
Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pemeriksaan sejumlah saksi.
Polisi juga meningkatkan patroli rutin dan dialogis, membentuk tim khusus untuk penjagaan dan pengintaian, serta melakukan penyisiran wilayah. Dalam proses pencarian pelaku, aparat turut menurunkan anjing pelacak dan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
“Upaya lainnya juga kami lakukan seperti penyisiran dan pencarian terhadap terduga pelaku, serta patroli di wilayah terdampak,” jelasnya.
Dalam perkembangan terbaru, Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang telah mengamankan dua pelaku yang kini telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Meski demikian, pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.
Kapolres menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban dimulai dari desa. Semua pihak harus mengambil peran masing-masing,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berkomitmen menuntaskan kasus tersebut sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat di Kecamatan Air Upas. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini