Pontianak    

Selain Pelestarian Budaya, Festival Arakan Pengantin sebagai Wadah Ekraf

Oleh : Jauhari Fatria
Wednesday, 10 October 2018
Selain Pelestarian Budaya, Festival Arakan Pengantin sebagai Wadah Ekraf
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

Pontianak Utara Juara

I Arakan Pengantin

KalbarOnline,

Pontianak – Iring-iringan delapan pasangan pengantin beserta rombongan

pengantar lengkap dengan barang-barang hantaran dan pernak-perniknya serta

iringan musik tanjidor berparade dari depan halaman Museum Negeri Kalbar menuju

Masjid Raya Mujahidin Jalan Ahmad Yani, Minggu (7/10).

Pasangan pengantin beserta para pengantarnya bukanlah

pengantin sungguhan, melainkan peserta Festival Arakan Pengantin dalam rangka

memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-247 yang jatuh tanggal 23

Oktober 2018 mendatang. Arakan pengantin dari Kecamatan Pontianak Utara

berhasil merebut juara pertama dalam festival yang digelar rutin setiap

tahunnya.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

mengatakan, Festival Arakan Pengantin ini digelar selain untuk melestarikan

adat dan budaya, juga dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif (ekraf) yang

ada di Pontianak.

Festival ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pelaku

ekraf untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam bidang fashion, terutama

pakaian khas telok belanga dan baju kurung yang dikenakan para pasangan

pengantin. Tak hanya fashion, barang-barang hantaran juga menjadi bagian

kreativitas para pelaku ekraf.

“Tahun ini dan tahun-tahun mendatang, kita harapkan festival

arakan pengantin ini bisa membawa para penggiat budaya dan pariwisata

memanfaatkan momentum ini dengan berkreasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, Festival Arakan Pengantin yang menampilkan adat

dan budaya Melayu Pontianak ini bisa memberikan inspirasi bagi warga Kota

Pontianak dan sekitarnya dalam kegiatan memperingati hari besar atau

perayaan-perayaan yang dilakukan oleh masing-masing masyarakat atau institusi.

Kreativitas ini, dimintanya tidak boleh keluar dari adat

atau budaya yang selalu dilaksanakan pada hari-hari besar seperti prosesi pernikahan.

“Kita berupaya mengajak masyarakat Pontianak untuk kembali

mengingat budaya sebagai bagian dari salah satu upaya kita untuk

melestarikannya,” ungkap Edi.

Di era millennial ini, lanjut dia, tidak ada salahnya

kreativitas dan inovasi terus dilakukan karena dengan menyebarkan informasi

melalui media-media yang ada, ini sebagai cara memperkenalkan kekayaan budaya

yang dimiliki Kota Pontianak.

“Sehingga Pontianak menjadi salah satu kota destinasi wisata

yang patut dikunjungi dengan keramahtamahannya serta kekayaan adat dan budaya

yang dimiliki,” ucapnya.

Camat Pontianak Utara, Aulia Candra, menuturkan, tidak ada

target arakan pengantin dari kecamatan yang dipimpinnya untuk menjadi

juara.Keikutsertaan Kecamatan Pontianak Utara dalam Festival Arakan Pengantin

untuk menyemarakkan Harjad Kota Pontianak ke-247.

Dirinya yakin, kekompakkan arakan pengantin yang dipimpinnya

ini menjadi salah satu nilai plus sehingga mengantarkan kecamatannya meraih

juara pertama.

“Alhamdulillah kawan-kawan ASN, PKK, organisasi

kemasyarakatan, semua kita libatkan, hasilnya kompak dan berhasil sebagai juara

pertama" imbuhnya.

Diakuinya, persiapan yang dilakukan kecamatannya cukup

singkat yakni selama dua pekan sebelum hari H pelaksanaan festival. Hal yang

menurutnya cukup sulit adalah mencocokkan pakaian, barang-barang hantaran dan

sebagainya sesuai dengan tema.

“Kami sengaja menonjolkan pakaian dengan warna-warna cerah

sebagai wujud semangat dalam merayakan Hari Jadi Kota Pontianak,” tutup mantan

Kepala Bagian Humas ini.

Peserta Festival Arakan Pengantin selain diikuti enam

kecamatan se-Kota Pontianak, juga diikuti oleh Kabupaten Kapuas Hulu dan Bank

Kalbar. Adapun hasil lengkap pemenang Festival Arakan Pengantin, juara pertama

direbut Kecamatan Pontianak Utara, kedua Kecamatan Pontianak Barat dan ketiga

Kecamatan Pontianak Kota.

Selain festival arakan pengantin, tanjidor juga turut

diperlombakan. Kecamatan Pontianak Timur berhasil meraih juara pertama lomba

tanjidor, juara kedua Kecamatan Pontianak Utara dan ketiga Kecamatan Pontianak

Barat. (my)

Artikel Selanjutnya
Peringatan 1 Muharram, Bupati Jarot: Tangkap Spirit dan Pesan Berhijrah
Wednesday, 10 October 2018
Artikel Sebelumnya
Buka Seminar dan KKR di GSPK Nanga Enteloi, Askiman Harap Jemaat Terus Pupuk Toleransi Umat Beragama
Wednesday, 10 October 2018

Berita terkait