Sintang    

Peringatan 1 Muharram, Bupati Jarot: Tangkap Spirit dan Pesan Berhijrah

Oleh : Jauhari Fatria
Wednesday, 10 October 2018
Peringatan 1 Muharram, Bupati Jarot: Tangkap Spirit dan Pesan Berhijrah
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

Staf Ahli Bupati Buka

Pengajian Akbar dan Gebyar Wayang Kulit

KalbarOnline, Sintang

Dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, Alumni

Madrasah Aliyah Yayasan Tarbiyah Islam Kabupaten Sintang menggelar Pengajian

Akbar dan Gebyar Wayang Kulit yang bekerjasama dengan Pusat Paguyuban Warga

Jawa (PUSPAWAJA) dan Forum Pemuda Jawa (FPJ) yang dibuka oleh Bupati Sintang

yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, di

lapangan belakang SMPN 2 Sintang, Minggu malam (7/10/2018).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati

bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Syamsul Hadi mengatakan bahwa dalam

peringatan tahun baru islam setiap tanggal 1 Muharram, umat Islam dituntut

untuk menangkap spirit dan pesan berhijrah.

“Dari berhijrah itulah para Nabi beserta sahabatnya dapat

membangun peradapan suatu tatanan kehidupan yang bercirikan keadilan,

persamaan, persaudaraan, toleransi, perdamaian dan berkemajuan,” kata Syamsul

Hadi.

Menurut Bupati sambung Syamsul Hadi bahwa kehidupan sosial

disaat ini sangat banyak sekali tantangan yang harus dihadapi.

“Tatanan kehidupan sekarang memiliki tantangan yang semakin

kompleks, seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, radikalisme,

terorisme, narkoba dan sebagainya, jadi untuk itu kita harus bisa menghadapi

berbagai tantangan tersebut dengan melakukan semangat berhijrah dan perubahan

diri,” sambungnya.

Masih kata Bupati, lanjut Syamsul Hadi, menyambut baik

dengan kegiatan pengajian akbar dan gebyar wayang kulit yang diselenggarakan

oleh Alumni MA YTI yang bekerjasama dengan Puspawaja, FPJ.

“Saya sambut positif dengan diselenggarakan kegiatan

sepertiini, karena dapat membina masyarakat menjadi religius, yang dimana

sebagai salah satu komponen visi Pembangunan Kabupaten Sintang, kita dapat

memupuk tali silaturahmi dan juga digelarnya wayang kulit ini dapat

melestarikan adat budaya kita di Indonesia khususnya di Kabupaten Sintang,”

lanjutnya.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, Trinanto mengatakan

bahwa kegiatan Pengajian Akbar dan Gebyar Wayang Kulit diselenggarakan atas

dasar Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah.

“Kita laksanakan kegiatan ini dalam rangka Peringatan Tahun

Baru Islam 1440 Hijriah yang dimana kami ini adalah Alumni Madrasah Aliyah

Yayasan Tarbiyah Islam Kabupaten Sintang menyelenggarakan kegiatan ini bekerja

sama dengan Puspawaja,” kata Trinanto.

Masih kata Trinanto, selain peringatan tahun baru Islam 1440

Hijriah, agenda-agenda yang telah ditempuh adalah reuni akbar.

“Kita selenggarakan juga kegiatan ini untuk ajang

silaturhami antara teman-teman sekolah lama, selain itu juga kita ingin berbaur

bersama masyarakat, mendengarkan pengajian bersama, serta menonton pagelaran

wayang kulit,” tambah Trinanto.

Salah seorang masyarakat yang hadir dalam kesempatan

tersebut, Suparmin mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini cukup baik

adanya.

“Ya tentu saya lihat sendiri ini sangat ramai jadi tentunya

menjadi tontonan masyarakat, pertama ada sisi agamanya yaitu adanya pengajian,

kemudian yang kedua ada sisi pelestarian budayanya dimana menampilkan pagelaran

wayang kulit, saya kesini bawa keluarga ramai untuk menonton,” kata Suparmin. (*/Sg)

Artikel Selanjutnya
Khairunisa Dipastikan ke Final, Budiansyah Posisi 4
Wednesday, 10 October 2018
Artikel Sebelumnya
Selain Pelestarian Budaya, Festival Arakan Pengantin sebagai Wadah Ekraf
Wednesday, 10 October 2018

Berita terkait