Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 25 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui pembukaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 yang digelar di Keraton Matan Tanjungpura, Jumat malam (21/05/2026).
Kegiatan budaya yang diselenggarakan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto mewakili Bupati Ketapang.
Festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur forkopimda, tokoh adat, budayawan, kepala OPD, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum.
Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, komunitas seni budaya, para seniman, budayawan, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini,” ujar Repalianto.
Festival tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan upaya pemecahan Rekor MURI melalui pembentangan Syair Gulung sepanjang kurang lebih 150 hingga 160 meter.
Sekda menilai Syair Gulung memiliki makna penting sebagai warisan budaya Melayu yang sarat nilai moral, pendidikan karakter, serta pesan kehidupan bermasyarakat.
“Di dalam setiap bait syair tersimpan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur sebagai pedoman hidup bermasyarakat,” katanya.
Menurutnya, derasnya arus modernisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Karena itu, festival budaya dinilai penting sebagai sarana edukasi dan pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
“Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya,” lanjutnya.
Tak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, festival tersebut juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung promosi pariwisata daerah.
Kekayaan seni dan budaya Kabupaten Ketapang disebut mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Budaya yang kuat akan menjadikan daerah kita memiliki identitas yang kokoh dan berdaya saing,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga tradisi Syair Gulung agar tetap diwariskan kepada generasi muda.
Berbagai agenda budaya turut memeriahkan festival, mulai dari lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, lomba kasidah, sayembara memanah hingga permainan tradisional gasing.
“Festival ini bukan hanya milik Perkumpulan Lawang Kekayun ataupun Keraton Matan Tanjungpura, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujarnya.
Ketua Harian Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura menambahkan, para pelajar dari tingkat SD hingga SMA turut dilibatkan secara langsung sebagai pembaca sekaligus pengarang syair.
“Kami ingin budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Ia juga menyebutkan, setelah proses pemecahan Rekor MURI selesai, naskah Syair Gulung akan ditempatkan di lingkungan Keraton Matan Tanjungpura sebagai bagian dari dokumentasi budaya dan kebanggaan masyarakat Ketapang.
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan terbuka untuk masyarakat umum dengan beragam agenda seni dan budaya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui pembukaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 yang digelar di Keraton Matan Tanjungpura, Jumat malam (21/05/2026).
Kegiatan budaya yang diselenggarakan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto mewakili Bupati Ketapang.
Festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur forkopimda, tokoh adat, budayawan, kepala OPD, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum.
Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, komunitas seni budaya, para seniman, budayawan, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini,” ujar Repalianto.
Festival tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan upaya pemecahan Rekor MURI melalui pembentangan Syair Gulung sepanjang kurang lebih 150 hingga 160 meter.
Sekda menilai Syair Gulung memiliki makna penting sebagai warisan budaya Melayu yang sarat nilai moral, pendidikan karakter, serta pesan kehidupan bermasyarakat.
“Di dalam setiap bait syair tersimpan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur sebagai pedoman hidup bermasyarakat,” katanya.
Menurutnya, derasnya arus modernisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Karena itu, festival budaya dinilai penting sebagai sarana edukasi dan pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
“Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya,” lanjutnya.
Tak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, festival tersebut juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung promosi pariwisata daerah.
Kekayaan seni dan budaya Kabupaten Ketapang disebut mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Budaya yang kuat akan menjadikan daerah kita memiliki identitas yang kokoh dan berdaya saing,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga tradisi Syair Gulung agar tetap diwariskan kepada generasi muda.
Berbagai agenda budaya turut memeriahkan festival, mulai dari lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, lomba kasidah, sayembara memanah hingga permainan tradisional gasing.
“Festival ini bukan hanya milik Perkumpulan Lawang Kekayun ataupun Keraton Matan Tanjungpura, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujarnya.
Ketua Harian Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura menambahkan, para pelajar dari tingkat SD hingga SMA turut dilibatkan secara langsung sebagai pembaca sekaligus pengarang syair.
“Kami ingin budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Ia juga menyebutkan, setelah proses pemecahan Rekor MURI selesai, naskah Syair Gulung akan ditempatkan di lingkungan Keraton Matan Tanjungpura sebagai bagian dari dokumentasi budaya dan kebanggaan masyarakat Ketapang.
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan terbuka untuk masyarakat umum dengan beragam agenda seni dan budaya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini