Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 26 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 12 ekor sapi kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk disembelih pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan tim dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak pada Selasa (26/5/2026).
Dokter hewan DPPP Kota Pontianak, Sofia Febriyanita mengatakan, seluruh sapi yang diperiksa memenuhi syarat baik dari segi usia maupun kondisi fisik.
“Semua memenuhi syarat. Dari segi umur semuanya di atas dua tahun. Secara fisik juga sehat, dari penampilan luar tidak ada masalah,” ujarnya usai pemeriksaan.
Sofia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan hewan kurban bebas dari indikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurutnya, ada beberapa tanda yang biasanya muncul pada hewan yang terpapar PMK.
“Kalau PMK biasanya hewan berliur, ada luka di mulut seperti sariawan, kemudian di kaki ada luka kemerahan. Biasanya juga pincang dan tidak mampu menopang badan,” jelasnya.
Tak hanya sapi, tim DPPP Kota Pontianak juga melakukan pemeriksaan terhadap kambing dan domba yang akan dijadikan hewan kurban.
Sofia mengingatkan, ukuran tubuh besar belum tentu menandakan hewan sudah cukup umur untuk dikurbankan.
“Kadang orang melihat besar saja, terutama kambing, ternyata setelah dicek umurnya belum masuk. Kalau domba, usia enam bulan sudah bisa dikurbankan, sedangkan kambing dalam syariat Islam harus satu tahun,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPPP Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan, pengawasan hewan kurban mulai dilakukan menjelang Iduladha 1447 Hijriah guna memastikan seluruh hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Ia memastikan, 12 sapi yang diperiksa di Masjid Raya Mujahidin memenuhi syarat kurban.
“Secara kondisi fisik mencukupi umur dan dari sisi kesehatan tidak ada satupun hewan kurban yang terdeteksi mengalami penyakit,” katanya.
Irwan juga mengungkapkan, jumlah hewan kurban di Kota Pontianak pada Iduladha tahun 2026 diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 lalu, sapi yang dipotong sekitar 1.400 ekor dan kambing sekitar 1.500 ekor. Tahun ini kami perkirakan meningkat menjadi sekitar 1.400-an sapi dan 1.600-an kambing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sapi bantuan Presiden RI untuk Kota Pontianak menjadi salah satu hewan kurban dengan bobot terbesar tahun ini.
“Perkiraan saat penimbangan awal beratnya sekitar 930 kilogram. Ada kemungkinan saat hari H bisa mencapai kurang lebih satu ton,” jelas Irwan.
Menurutnya, mayoritas hewan kurban di Kota Pontianak merupakan sapi Madura dan sapi Bali karena ukurannya tidak terlalu besar sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Mayoritas sapi kurban di Pontianak itu sapi Madura dan sapi Bali karena dari sisi harga memenuhi kriteria untuk hewan kurban masyarakat,” tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 12 ekor sapi kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk disembelih pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan tim dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak pada Selasa (26/5/2026).
Dokter hewan DPPP Kota Pontianak, Sofia Febriyanita mengatakan, seluruh sapi yang diperiksa memenuhi syarat baik dari segi usia maupun kondisi fisik.
“Semua memenuhi syarat. Dari segi umur semuanya di atas dua tahun. Secara fisik juga sehat, dari penampilan luar tidak ada masalah,” ujarnya usai pemeriksaan.
Sofia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan hewan kurban bebas dari indikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurutnya, ada beberapa tanda yang biasanya muncul pada hewan yang terpapar PMK.
“Kalau PMK biasanya hewan berliur, ada luka di mulut seperti sariawan, kemudian di kaki ada luka kemerahan. Biasanya juga pincang dan tidak mampu menopang badan,” jelasnya.
Tak hanya sapi, tim DPPP Kota Pontianak juga melakukan pemeriksaan terhadap kambing dan domba yang akan dijadikan hewan kurban.
Sofia mengingatkan, ukuran tubuh besar belum tentu menandakan hewan sudah cukup umur untuk dikurbankan.
“Kadang orang melihat besar saja, terutama kambing, ternyata setelah dicek umurnya belum masuk. Kalau domba, usia enam bulan sudah bisa dikurbankan, sedangkan kambing dalam syariat Islam harus satu tahun,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPPP Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan, pengawasan hewan kurban mulai dilakukan menjelang Iduladha 1447 Hijriah guna memastikan seluruh hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Ia memastikan, 12 sapi yang diperiksa di Masjid Raya Mujahidin memenuhi syarat kurban.
“Secara kondisi fisik mencukupi umur dan dari sisi kesehatan tidak ada satupun hewan kurban yang terdeteksi mengalami penyakit,” katanya.
Irwan juga mengungkapkan, jumlah hewan kurban di Kota Pontianak pada Iduladha tahun 2026 diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 lalu, sapi yang dipotong sekitar 1.400 ekor dan kambing sekitar 1.500 ekor. Tahun ini kami perkirakan meningkat menjadi sekitar 1.400-an sapi dan 1.600-an kambing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sapi bantuan Presiden RI untuk Kota Pontianak menjadi salah satu hewan kurban dengan bobot terbesar tahun ini.
“Perkiraan saat penimbangan awal beratnya sekitar 930 kilogram. Ada kemungkinan saat hari H bisa mencapai kurang lebih satu ton,” jelas Irwan.
Menurutnya, mayoritas hewan kurban di Kota Pontianak merupakan sapi Madura dan sapi Bali karena ukurannya tidak terlalu besar sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Mayoritas sapi kurban di Pontianak itu sapi Madura dan sapi Bali karena dari sisi harga memenuhi kriteria untuk hewan kurban masyarakat,” tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini