Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 25 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 resmi mencatat sejarah baru setelah berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui bentangan naskah Syair Gulung sepanjang 151,85 meter.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Ketapang sekaligus bukti kuat bahwa budaya Melayu tetap hidup dan terus diwariskan lintas generasi.
Festival budaya yang digelar Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura sejak 21 hingga 23 Mei 2026 di kawasan Pentas Keraton Matan Tanjungpura itu ditutup langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Sabtu (23/05/2026) malam.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan, bahwa keberhasilan meraih Rekor MURI bukan hanya pencapaian simbolis, tetapi menjadi manifestasi nyata kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasehat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” tegas Alexander Wilyo.
Menurutnya, keberhasilan Festival Syair Gulung Tanah Kayong tahun ini menunjukkan tradisi lokal Ketapang mampu tampil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi masa depan.
Selain mencetak Rekor MURI, festival ini juga dinilai berhasil memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Syair Gulung dianggap menjadi pengingat pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
Tak hanya itu, keterlibatan pelajar, budayawan, dan generasi muda dalam festival turut menjadi langkah nyata regenerasi budaya agar tradisi Syair Gulung tidak hilang ditelan zaman.
Alexander Wilyo juga berharap, Festival Syair Gulung dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional yang mampu mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Berakhirnya festival ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal semangat baru untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hakim Surya Putra mengatakan, keberhasilan memecahkan Rekor MURI merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, sponsor, relawan, dan pegiat budaya.
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 juga dimeriahkan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya, mulai dari lomba kasidah, panahan tradisional, permainan uri gasing, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga pembacaan Syair Gulung oleh peserta dari berbagai kalangan.
Pada puncak acara, piagam Rekor Dunia MURI secara simbolis diserahkan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang sebagai simbol bahwa pencapaian tersebut menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 resmi mencatat sejarah baru setelah berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui bentangan naskah Syair Gulung sepanjang 151,85 meter.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Ketapang sekaligus bukti kuat bahwa budaya Melayu tetap hidup dan terus diwariskan lintas generasi.
Festival budaya yang digelar Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura sejak 21 hingga 23 Mei 2026 di kawasan Pentas Keraton Matan Tanjungpura itu ditutup langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Sabtu (23/05/2026) malam.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan, bahwa keberhasilan meraih Rekor MURI bukan hanya pencapaian simbolis, tetapi menjadi manifestasi nyata kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasehat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” tegas Alexander Wilyo.
Menurutnya, keberhasilan Festival Syair Gulung Tanah Kayong tahun ini menunjukkan tradisi lokal Ketapang mampu tampil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi masa depan.
Selain mencetak Rekor MURI, festival ini juga dinilai berhasil memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Syair Gulung dianggap menjadi pengingat pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
Tak hanya itu, keterlibatan pelajar, budayawan, dan generasi muda dalam festival turut menjadi langkah nyata regenerasi budaya agar tradisi Syair Gulung tidak hilang ditelan zaman.
Alexander Wilyo juga berharap, Festival Syair Gulung dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional yang mampu mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Berakhirnya festival ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal semangat baru untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hakim Surya Putra mengatakan, keberhasilan memecahkan Rekor MURI merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, sponsor, relawan, dan pegiat budaya.
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 juga dimeriahkan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya, mulai dari lomba kasidah, panahan tradisional, permainan uri gasing, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga pembacaan Syair Gulung oleh peserta dari berbagai kalangan.
Pada puncak acara, piagam Rekor Dunia MURI secara simbolis diserahkan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang sebagai simbol bahwa pencapaian tersebut menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini