Ketapang    

Syair Gulung Ketapang Pecahkan Rekor MURI, Bupati Alexander Wilyo: Bukti Budaya Melayu Tetap Hidup

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 25 May 2026
Syair Gulung Ketapang Pecahkan Rekor MURI, Bupati Alexander Wilyo: Bukti Budaya Melayu Tetap Hidup
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 resmi mencatat sejarah baru setelah berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui bentangan naskah Syair Gulung sepanjang 151,85 meter.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Ketapang sekaligus bukti kuat bahwa budaya Melayu tetap hidup dan terus diwariskan lintas generasi.

Festival budaya yang digelar Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura sejak 21 hingga 23 Mei 2026 di kawasan Pentas Keraton Matan Tanjungpura itu ditutup langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Sabtu (23/05/2026) malam.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan, bahwa keberhasilan meraih Rekor MURI bukan hanya pencapaian simbolis, tetapi menjadi manifestasi nyata kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.

“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasehat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” tegas Alexander Wilyo.

Menurutnya, keberhasilan Festival Syair Gulung Tanah Kayong tahun ini menunjukkan tradisi lokal Ketapang mampu tampil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi masa depan.

Selain mencetak Rekor MURI, festival ini juga dinilai berhasil memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan era digital.

Syair Gulung dianggap menjadi pengingat pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri.

Tak hanya itu, keterlibatan pelajar, budayawan, dan generasi muda dalam festival turut menjadi langkah nyata regenerasi budaya agar tradisi Syair Gulung tidak hilang ditelan zaman.

Alexander Wilyo juga berharap, Festival Syair Gulung dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional yang mampu mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Berakhirnya festival ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal semangat baru untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hakim Surya Putra mengatakan, keberhasilan memecahkan Rekor MURI merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, sponsor, relawan, dan pegiat budaya.

Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 juga dimeriahkan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya, mulai dari lomba kasidah, panahan tradisional, permainan uri gasing, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga pembacaan Syair Gulung oleh peserta dari berbagai kalangan.

Pada puncak acara, piagam Rekor Dunia MURI secara simbolis diserahkan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang sebagai simbol bahwa pencapaian tersebut menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)​​

Artikel Selanjutnya
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Ketapang Dukung Pelestarian Budaya Melayu
Monday, 25 May 2026
Artikel Sebelumnya
Komisi III DPRD Ketapang Sidak Pasar Melati dan Pasar Tuan-Tuan, Soroti Penataan dan Status Lahan
Monday, 25 May 2026

Berita terkait