Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 23 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong kekayaan budaya di Kota Pontianak menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai event budaya yang digelar sepanjang Mei 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendongkrak aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Festival Oriental Khatulistiwa 2026 yang berlangsung di Pontianak Convention Center pada 21 hingga 24 Mei 2026.
“Masih banyak kegiatan yang menjadi agenda wisata dan ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan Kota Pontianak sebagai kota budaya,” ujar Edi, Sabtu (23/5/2026) malam.
Festival Oriental Khatulistiwa 2026 juga dirangkai dengan kontes ikan arwana yang menampilkan salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat. Menurut Edi, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat kerukunan, hingga membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan, Kota Pontianak merupakan kota terbuka dengan keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan. Karena itu, Pemkot Pontianak membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang yang luas untuk berkolaborasi bersama-sama menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang memberi dampak positif, baik dari sisi kerukunan, ekonomi, maupun sosial,” katanya.
Edi juga menyoroti potensi ikan arwana super red yang selama ini dikenal luas hingga pasar internasional. Menurutnya, kontes arwana tidak hanya menampilkan keindahan satwa, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal Kalimantan Barat.
“Ikan arwana, khususnya super red, adalah salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang sudah mendunia. Memamerkan dan melombakan ikan arwana bukan sekadar kontes kecantikan satwa, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal,” jelasnya.
Melalui sinergi Festival Oriental Khatulistiwa dan Arwana Contest, Edi berharap Pontianak Convention Center dapat menjadi pusat perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi wisata akhir pekan bagi masyarakat maupun wisatawan luar daerah.
Ia pun mengajak seluruh peserta lomba dan kontes untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan festival tersebut sebagai ruang mempererat persaudaraan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Pengalaman dan persaudaraan yang terjalin di sini adalah yang utama,” tuturnya.
Kepada panitia, Edi berpesan agar kualitas penyelenggaraan festival terus ditingkatkan agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Terus evaluasi dan tingkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, supaya tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak, pertumbuhan ekonomi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong kekayaan budaya di Kota Pontianak menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai event budaya yang digelar sepanjang Mei 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendongkrak aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Festival Oriental Khatulistiwa 2026 yang berlangsung di Pontianak Convention Center pada 21 hingga 24 Mei 2026.
“Masih banyak kegiatan yang menjadi agenda wisata dan ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan Kota Pontianak sebagai kota budaya,” ujar Edi, Sabtu (23/5/2026) malam.
Festival Oriental Khatulistiwa 2026 juga dirangkai dengan kontes ikan arwana yang menampilkan salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat. Menurut Edi, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat kerukunan, hingga membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan, Kota Pontianak merupakan kota terbuka dengan keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan. Karena itu, Pemkot Pontianak membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang yang luas untuk berkolaborasi bersama-sama menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang memberi dampak positif, baik dari sisi kerukunan, ekonomi, maupun sosial,” katanya.
Edi juga menyoroti potensi ikan arwana super red yang selama ini dikenal luas hingga pasar internasional. Menurutnya, kontes arwana tidak hanya menampilkan keindahan satwa, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal Kalimantan Barat.
“Ikan arwana, khususnya super red, adalah salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang sudah mendunia. Memamerkan dan melombakan ikan arwana bukan sekadar kontes kecantikan satwa, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal,” jelasnya.
Melalui sinergi Festival Oriental Khatulistiwa dan Arwana Contest, Edi berharap Pontianak Convention Center dapat menjadi pusat perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi wisata akhir pekan bagi masyarakat maupun wisatawan luar daerah.
Ia pun mengajak seluruh peserta lomba dan kontes untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan festival tersebut sebagai ruang mempererat persaudaraan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Pengalaman dan persaudaraan yang terjalin di sini adalah yang utama,” tuturnya.
Kepada panitia, Edi berpesan agar kualitas penyelenggaraan festival terus ditingkatkan agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Terus evaluasi dan tingkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, supaya tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak, pertumbuhan ekonomi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini