Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 20 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri kick-off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) tahun kedua yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (19/05/2026).
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya kembali Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara setelah pelaksanaan tahun pertama dinilai memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, Program KREASI merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang dan Kayong Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Jamhuri.
Ia menegaskan, pendidikan bukan hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga berkaitan dengan harapan, kesempatan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, akses pendidikan yang merata dan berkualitas harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Ketika pendidikan dapat diakses secara adil dan bermutu oleh seluruh masyarakat, maka sejatinya kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Jamhuri juga menyoroti tema “Kolaborasi Semesta” yang diangkat dalam Program KREASI tahun kedua. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” tambahnya.
Program KREASI tahun kedua ini menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari pendampingan sekolah, penguatan kapasitas guru, hingga gerakan kolaboratif antar pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga menyinggung tantangan geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan.
“Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief of Party Program KREASI Save the Children Indonesia, Alifa Sri Lestari, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan metode pengajaran literasi dan numerasi yang lebih efektif di tingkat TK/RA hingga SD/MI.
“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang diterima anak-anak bukan hanya teori, tetapi benar-benar dipahami dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Selain memperkuat metode pembelajaran, Program KREASI juga diarahkan untuk mendukung penguatan kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum, sistem asesmen, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Dalam kegiatan itu juga disampaikan bahwa Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara baru saja menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Acara kemudian ditutup dengan peluncuran simbolis Program KREASI tahun kedua melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri kick-off Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) tahun kedua yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Save the Children Indonesia, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (19/05/2026).
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya kembali Program KREASI di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara setelah pelaksanaan tahun pertama dinilai memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, Program KREASI merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang dan Kayong Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjalankan Program KREASI ini. Kehadiran program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Jamhuri.
Ia menegaskan, pendidikan bukan hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga berkaitan dengan harapan, kesempatan, dan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, akses pendidikan yang merata dan berkualitas harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Ketika pendidikan dapat diakses secara adil dan bermutu oleh seluruh masyarakat, maka sejatinya kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Jamhuri juga menyoroti tema “Kolaborasi Semesta” yang diangkat dalam Program KREASI tahun kedua. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bergerak bersama, tantangan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” tambahnya.
Program KREASI tahun kedua ini menghadirkan sejumlah inovasi, mulai dari pendampingan sekolah, penguatan kapasitas guru, hingga gerakan kolaboratif antar pemangku kepentingan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Jamhuri juga menyinggung tantangan geografis Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah sekitar 31 ribu kilometer persegi dengan 20 kecamatan dan lebih dari 250 desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan.
“Kalau di Pulau Jawa mungkin 30 menit sudah bertemu kabupaten lain, di Ketapang bisa berjam-jam perjalanan baru sampai ke kecamatan. Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan hadirnya Program KREASI ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief of Party Program KREASI Save the Children Indonesia, Alifa Sri Lestari, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan metode pengajaran literasi dan numerasi yang lebih efektif di tingkat TK/RA hingga SD/MI.
“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang diterima anak-anak bukan hanya teori, tetapi benar-benar dipahami dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Selain memperkuat metode pembelajaran, Program KREASI juga diarahkan untuk mendukung penguatan kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum, sistem asesmen, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Dalam kegiatan itu juga disampaikan bahwa Program KREASI di Ketapang dan Kayong Utara baru saja menerima penghargaan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat atas sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Acara kemudian ditutup dengan peluncuran simbolis Program KREASI tahun kedua melalui peletakan logo bersama para pimpinan dan mitra program, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini