Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 23 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperluas jangkauan program Pembiayaan Beasiswa Pendidikan (PBP) hingga ke sekolah swasta. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.
Pada 2025, lebih dari 113 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di Kalbar, baik negeri maupun swasta, telah menerima manfaat program ini. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, penerima terdiri dari sekitar 106 ribu siswa sekolah negeri, 7.372 siswa SMA swasta, dan 586 siswa SLB swasta.
Perluasan penerima PBP ini menjadi pembeda utama dalam kebijakan pendidikan di era Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Jika sebelumnya bantuan hanya difokuskan pada sekolah negeri, kini program tersebut menjangkau sekolah swasta secara lebih inklusif.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menjelaskan, bahwa saat gubernur mulai menjabat pada awal 2025, program pendidikan pada dasarnya sudah berjalan sesuai dengan APBD. Namun, perluasan cakupan penerima menjadi terobosan penting.
“Secara program tidak banyak berubah, karena saat gubernur mulai menjabat, APBD dan kegiatan sudah berjalan. Namun yang membedakan adalah jangkauan program yang diperluas. Jika sebelumnya hanya menjangkau sekolah negeri, kini diperluas hingga sekolah swasta,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini memberikan dampak signifikan, terutama dalam menekan angka putus sekolah di Kalbar, sekaligus membantu keberlangsungan operasional sekolah.
“Dampaknya besar, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga untuk operasional sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering kali belum mencukupi, terutama bagi sekolah dengan jumlah siswa terbatas," katanya.
"Dengan adanya PBP, sekolah dapat memenuhi kebutuhan penting seperti akses internet untuk asesmen, transportasi kegiatan siswa, hingga mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” tambahnya.
Perluasan PBP ini menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (**)
KALBARONLINE.com - Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperluas jangkauan program Pembiayaan Beasiswa Pendidikan (PBP) hingga ke sekolah swasta. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.
Pada 2025, lebih dari 113 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di Kalbar, baik negeri maupun swasta, telah menerima manfaat program ini. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, penerima terdiri dari sekitar 106 ribu siswa sekolah negeri, 7.372 siswa SMA swasta, dan 586 siswa SLB swasta.
Perluasan penerima PBP ini menjadi pembeda utama dalam kebijakan pendidikan di era Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Jika sebelumnya bantuan hanya difokuskan pada sekolah negeri, kini program tersebut menjangkau sekolah swasta secara lebih inklusif.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menjelaskan, bahwa saat gubernur mulai menjabat pada awal 2025, program pendidikan pada dasarnya sudah berjalan sesuai dengan APBD. Namun, perluasan cakupan penerima menjadi terobosan penting.
“Secara program tidak banyak berubah, karena saat gubernur mulai menjabat, APBD dan kegiatan sudah berjalan. Namun yang membedakan adalah jangkauan program yang diperluas. Jika sebelumnya hanya menjangkau sekolah negeri, kini diperluas hingga sekolah swasta,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini memberikan dampak signifikan, terutama dalam menekan angka putus sekolah di Kalbar, sekaligus membantu keberlangsungan operasional sekolah.
“Dampaknya besar, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga untuk operasional sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering kali belum mencukupi, terutama bagi sekolah dengan jumlah siswa terbatas," katanya.
"Dengan adanya PBP, sekolah dapat memenuhi kebutuhan penting seperti akses internet untuk asesmen, transportasi kegiatan siswa, hingga mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” tambahnya.
Perluasan PBP ini menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (**)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini