Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 19 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Hantavirus kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat sebagian masyarakat mulai khawatir. Penyakit yang ditularkan oleh tikus ini disebut memiliki gejala awal mirip flu biasa, namun dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan serius yang mengancam nyawa.
Dokter Umum RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, dr Bayu Zeva Wiraksakti, mengatakan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena penularannya kerap tidak disadari.
“Hantavirus dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering,” ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Menurut dr Bayu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, terutama di area lembab dan jarang dibersihkan seperti gudang, loteng, maupun dapur yang dipenuhi jejak tikus.
Ia menjelaskan, gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang berpotensi fatal apabila terlambat ditangani.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik berlebihan. Sebab, penularan hantavirus dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang.
Menurut dr Bayu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah sederhana “3M Plus Tikus” untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di lingkungan rumah.
Langkah pertama, masyarakat diminta menutup makanan dan tempat sampah dengan rapat agar tidak mengundang tikus datang. Selain itu, rumah perlu rutin dibersihkan menggunakan disinfektan jika ditemukan bekas kotoran tikus.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.
“Basahi dulu dengan disinfektan agar virusnya tidak terbang ke udara,” jelasnya.
Selain itu, pemasangan perangkap tikus juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.
dr Bayu turut mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan seperti demam tinggi mendadak dan sesak napas setelah terpapar lingkungan kotor atau area yang banyak tikus.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, penyebaran hantavirus diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang mematikan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Hantavirus kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat sebagian masyarakat mulai khawatir. Penyakit yang ditularkan oleh tikus ini disebut memiliki gejala awal mirip flu biasa, namun dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan serius yang mengancam nyawa.
Dokter Umum RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, dr Bayu Zeva Wiraksakti, mengatakan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena penularannya kerap tidak disadari.
“Hantavirus dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering,” ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Menurut dr Bayu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, terutama di area lembab dan jarang dibersihkan seperti gudang, loteng, maupun dapur yang dipenuhi jejak tikus.
Ia menjelaskan, gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang berpotensi fatal apabila terlambat ditangani.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik berlebihan. Sebab, penularan hantavirus dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang.
Menurut dr Bayu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah sederhana “3M Plus Tikus” untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di lingkungan rumah.
Langkah pertama, masyarakat diminta menutup makanan dan tempat sampah dengan rapat agar tidak mengundang tikus datang. Selain itu, rumah perlu rutin dibersihkan menggunakan disinfektan jika ditemukan bekas kotoran tikus.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.
“Basahi dulu dengan disinfektan agar virusnya tidak terbang ke udara,” jelasnya.
Selain itu, pemasangan perangkap tikus juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.
dr Bayu turut mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan seperti demam tinggi mendadak dan sesak napas setelah terpapar lingkungan kotor atau area yang banyak tikus.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, penyebaran hantavirus diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang mematikan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini