Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 18 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Ria Norsan mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di tengah tantangan sektor kehutanan yang semakin kompleks.
Ajakan itu disampaikan Norsan saat membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia ke-21 tahun 2026 di Ruang Teater 1 Universitas Tanjungpura, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Norsan mengaku bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan mahasiswa kehutanan dari seluruh Indonesia yang membawa semangat pelestarian lingkungan dan pembangunan kehutanan berkelanjutan.
Menurutnya, tema konferensi tentang kolaborasi multi-sektor dalam mewujudkan transformasi kehutanan berkelanjutan sangat relevan dengan kondisi kehutanan Indonesia saat ini.
Ia mengatakan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, memiliki kekayaan hutan tropis yang luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai ancaman seperti deforestasi, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan lahan, pertambangan ilegal, hingga perubahan iklim global masih menjadi tantangan serius.
“Pembangunan kehutanan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan generasi muda,” ujarnya.
Norsan menilai Sylva Indonesia memiliki posisi strategis sebagai wadah mahasiswa kehutanan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus melahirkan gagasan dan aksi nyata demi keberlanjutan hutan Indonesia.
Ia juga mengapresiasi rangkaian kegiatan konferensi yang turut memperkenalkan budaya dan lingkungan Kalimantan Barat kepada peserta melalui kegiatan field trip ke sejumlah ikon budaya dan sejarah di Pontianak.
“Saya berharap seluruh peserta membawa pulang cerita baik tentang keramahan masyarakat Pontianak, keberagaman budaya, dan keindahan Kalimantan Barat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Norsan turut mendorong peserta memanfaatkan forum nasional tersebut untuk memperluas jaringan, membangun sinergi, dan menghadirkan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan kehutanan.
Ia berharap dari Pontianak lahir gagasan besar dan langkah nyata untuk menjaga hutan Indonesia sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Semoga dari Pontianak, Kalimantan Barat lahir gagasan-gagasan besar dan langkah nyata untuk menjaga hutan Indonesia,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Ria Norsan mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di tengah tantangan sektor kehutanan yang semakin kompleks.
Ajakan itu disampaikan Norsan saat membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia ke-21 tahun 2026 di Ruang Teater 1 Universitas Tanjungpura, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Norsan mengaku bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan mahasiswa kehutanan dari seluruh Indonesia yang membawa semangat pelestarian lingkungan dan pembangunan kehutanan berkelanjutan.
Menurutnya, tema konferensi tentang kolaborasi multi-sektor dalam mewujudkan transformasi kehutanan berkelanjutan sangat relevan dengan kondisi kehutanan Indonesia saat ini.
Ia mengatakan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, memiliki kekayaan hutan tropis yang luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai ancaman seperti deforestasi, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan lahan, pertambangan ilegal, hingga perubahan iklim global masih menjadi tantangan serius.
“Pembangunan kehutanan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan generasi muda,” ujarnya.
Norsan menilai Sylva Indonesia memiliki posisi strategis sebagai wadah mahasiswa kehutanan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus melahirkan gagasan dan aksi nyata demi keberlanjutan hutan Indonesia.
Ia juga mengapresiasi rangkaian kegiatan konferensi yang turut memperkenalkan budaya dan lingkungan Kalimantan Barat kepada peserta melalui kegiatan field trip ke sejumlah ikon budaya dan sejarah di Pontianak.
“Saya berharap seluruh peserta membawa pulang cerita baik tentang keramahan masyarakat Pontianak, keberagaman budaya, dan keindahan Kalimantan Barat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Norsan turut mendorong peserta memanfaatkan forum nasional tersebut untuk memperluas jaringan, membangun sinergi, dan menghadirkan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan kehutanan.
Ia berharap dari Pontianak lahir gagasan besar dan langkah nyata untuk menjaga hutan Indonesia sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Semoga dari Pontianak, Kalimantan Barat lahir gagasan-gagasan besar dan langkah nyata untuk menjaga hutan Indonesia,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini