Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 20 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perkembangan zaman.
Ajakan itu disampaikan Bahasan saat memimpin Apel Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (19/5/2026). Tahun ini, peringatan Harkitnas mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Menurut Bahasan, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda menjadi aset penting bangsa yang harus dilindungi dan dipersiapkan menghadapi tantangan era digital.
“Hari ini tantangan bangsa sudah berubah. Kita tidak hanya bicara tentang kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai peristiwa sejarah semata. Momentum lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, kata dia, menjadi tonggak penting kebangkitan kesadaran bangsa melalui perjuangan intelektual, organisasi, dan diplomasi.
Karena itu, semangat kebangkitan harus terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menghadapi tantangan transformasi digital, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat.
Bahasan menilai, generasi muda saat ini membutuhkan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan berkembang, termasuk di ruang digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia, dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi dan arus informasi.
Dalam konteks pembangunan daerah, Bahasan menyebut semangat Kebangkitan Nasional harus diwujudkan melalui kerja nyata, mulai dari memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga membangun ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Selain itu, ia mengajak generasi muda Pontianak untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan kota.
“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini, dalam cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perkembangan zaman.
Ajakan itu disampaikan Bahasan saat memimpin Apel Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (19/5/2026). Tahun ini, peringatan Harkitnas mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Menurut Bahasan, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda menjadi aset penting bangsa yang harus dilindungi dan dipersiapkan menghadapi tantangan era digital.
“Hari ini tantangan bangsa sudah berubah. Kita tidak hanya bicara tentang kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai peristiwa sejarah semata. Momentum lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908, kata dia, menjadi tonggak penting kebangkitan kesadaran bangsa melalui perjuangan intelektual, organisasi, dan diplomasi.
Karena itu, semangat kebangkitan harus terus dihidupkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menghadapi tantangan transformasi digital, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat.
Bahasan menilai, generasi muda saat ini membutuhkan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan berkembang, termasuk di ruang digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia, dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi dan arus informasi.
Dalam konteks pembangunan daerah, Bahasan menyebut semangat Kebangkitan Nasional harus diwujudkan melalui kerja nyata, mulai dari memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga membangun ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Selain itu, ia mengajak generasi muda Pontianak untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan kota.
“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini, dalam cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini