Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 13 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pontianak didorong untuk mulai menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekaligus memperkuat kurasi produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga ekspor.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menilai, kombinasi antara pemanfaatan AI dan kurasi produk yang ketat menjadi kunci penting agar UMKM lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Menurutnya, masih banyak perajin dan pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi AI secara maksimal. Padahal, perkembangan AI saat ini dinilai sangat membantu proses bisnis, mulai dari membuat desain motif, menyusun deskripsi produk, membuat konten promosi, hingga membaca tren pasar hanya dalam hitungan menit.
“Dengan memanfaatkan AI, analisa usaha menjadi lebih terarah, promosi produk lebih menarik, dan laporan keuangan juga bisa dikelola lebih profesional,” ujarnya saat mendampingi Ketua Dekranas, Selvi Ananda bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih meninjau Workshop Kurator Mentor dan AI di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Workshop yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM Pontianak itu juga menekankan pentingnya kurasi produk untuk menjaga kualitas dan reputasi di mata konsumen. Produk yang lolos proses kurasi dinilai lebih siap masuk ke pasar premium, seperti marketplace resmi, hotel hingga galeri.
“Kurasi menjaga kualitas, AI memaksimalkan proses bisnis. Penerapan AI dan kurasi ini sudah terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk,” jelas Yanieta.
Ia menambahkan, tujuan workshop tersebut bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu memproduksi barang lebih cepat, menjaga kualitas tetap konsisten, serta memiliki nilai jual tinggi.
Menurutnya, target peningkatan omzet penjualan hingga tiga kali lipat sangat mungkin dicapai apabila pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan memahami segmentasi pasar.
“Teknologi dan sentuhan lokal harus berjalan beriringan. Dengan begitu, produk UMKM Pontianak bisa lebih tepat sasaran dan nilai penjualannya meningkat,” katanya.
Salah satu peserta workshop, Ani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selama ini, ia masih menjalankan promosi dan pemasaran produk secara konvensional.
Ia mengatakan, materi AI membuka pemahamannya tentang cara membuat desain produk, promosi, hingga analisa pasar secara lebih efektif.
“Workshop ini membuka wawasan kami. Ternyata membuat produk bagus saja tidak cukup. Harus ada analisa pasar supaya target penjualan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ani juga menilai sesi kurasi produk memberi pemahaman penting terkait standar kualitas produk yang layak dipasarkan lebih luas.
“Dengan dibekali dua keterampilan ini, saya semakin optimis penjualan meningkat dan laporan keuangan juga bisa lebih tertata,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pontianak didorong untuk mulai menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekaligus memperkuat kurasi produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga ekspor.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menilai, kombinasi antara pemanfaatan AI dan kurasi produk yang ketat menjadi kunci penting agar UMKM lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Menurutnya, masih banyak perajin dan pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi AI secara maksimal. Padahal, perkembangan AI saat ini dinilai sangat membantu proses bisnis, mulai dari membuat desain motif, menyusun deskripsi produk, membuat konten promosi, hingga membaca tren pasar hanya dalam hitungan menit.
“Dengan memanfaatkan AI, analisa usaha menjadi lebih terarah, promosi produk lebih menarik, dan laporan keuangan juga bisa dikelola lebih profesional,” ujarnya saat mendampingi Ketua Dekranas, Selvi Ananda bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih meninjau Workshop Kurator Mentor dan AI di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Workshop yang diikuti sekitar 200 pelaku UMKM Pontianak itu juga menekankan pentingnya kurasi produk untuk menjaga kualitas dan reputasi di mata konsumen. Produk yang lolos proses kurasi dinilai lebih siap masuk ke pasar premium, seperti marketplace resmi, hotel hingga galeri.
“Kurasi menjaga kualitas, AI memaksimalkan proses bisnis. Penerapan AI dan kurasi ini sudah terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk,” jelas Yanieta.
Ia menambahkan, tujuan workshop tersebut bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu memproduksi barang lebih cepat, menjaga kualitas tetap konsisten, serta memiliki nilai jual tinggi.
Menurutnya, target peningkatan omzet penjualan hingga tiga kali lipat sangat mungkin dicapai apabila pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan memahami segmentasi pasar.
“Teknologi dan sentuhan lokal harus berjalan beriringan. Dengan begitu, produk UMKM Pontianak bisa lebih tepat sasaran dan nilai penjualannya meningkat,” katanya.
Salah satu peserta workshop, Ani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selama ini, ia masih menjalankan promosi dan pemasaran produk secara konvensional.
Ia mengatakan, materi AI membuka pemahamannya tentang cara membuat desain produk, promosi, hingga analisa pasar secara lebih efektif.
“Workshop ini membuka wawasan kami. Ternyata membuat produk bagus saja tidak cukup. Harus ada analisa pasar supaya target penjualan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ani juga menilai sesi kurasi produk memberi pemahaman penting terkait standar kualitas produk yang layak dipasarkan lebih luas.
“Dengan dibekali dua keterampilan ini, saya semakin optimis penjualan meningkat dan laporan keuangan juga bisa lebih tertata,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini