Pontianak    

Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 13 May 2026
Jubaidah Sumringah Dikunjungi Istri Wapres, Pengrajin Caping Pontianak Dapat Suntikan Semangat
Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Dekranasda Pontianak Yanieta Arbiastutie, Ketua Dekranasda Kalbar Erlina dan sejumlah anggota Seruni KMP berfoto bersama warga Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Selasa (12/5/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Siti Jubaidah (65). Pengrajin caping asal Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara itu sumringah saat rumahnya dikunjungi Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Di tengah aktivitasnya merangkai daun mengkuang, tali, dan rotan menjadi caping khas Pontianak, Jubaidah sejenak menghentikan pekerjaannya demi menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum hangat.

Selvi datang bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih atau Solidaritas Perempuan untuk Indonesia. Dalam kunjungan itu, Selvi turut didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Erlina Ria Norsan dan Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa. Selain memberikan perhatian kepada para pengrajin lokal, rombongan juga membawa bantuan dan dukungan moral agar para pelaku UMKM serta pengrajin tradisional tetap semangat berkarya dan terus berinovasi.

Jubaidah mengaku sudah menjadi pengrajin caping sejak masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat tepian Sungai Kapuas.

“Awalnya, mengambil upah dengan ikut orang, dan terus sampai sekarang,” ceritanya.

Namun kini, jumlah pengrajin caping di kawasan tersebut semakin sedikit. Dari yang dulunya cukup banyak, saat ini hanya tersisa belasan rumah yang masih aktif memproduksi caping secara rutin.

Dalam sehari, Jubaidah bersama suaminya paling banyak hanya mampu membuat lima caping. Faktor usia membuat gerakan tangan dan penglihatannya tak lagi secepat dulu. Meski begitu, caping tetap menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.

Biasanya, caping hasil produksi dijual ke pengepul di Pasar Kapuas Besar. Untuk caping polos dihargai sekitar Rp10 ribu per buah, sedangkan caping berwarna dijual sekitar Rp15 ribu.

Jubaidah biasanya menjual caping setelah terkumpul beberapa kodi. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi sekitar dua kodi atau 20 buah caping.

Untuk satu kodi caping, ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp35 ribu hanya untuk membeli daun mengkuang. Belum termasuk biaya rotan, tali rafia, dan kebutuhan lainnya.

Karena itu, bantuan dan perhatian dari Selvi Ananda disambut penuh syukur. Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak yang terus mempromosikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi budaya dan UMKM di Kota Pontianak.

Selain mengunjungi rumah Jubaidah, Selvi bersama rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pelaku UMKM, pengrajin turunan caping, hingga masyarakat di Rumah Budaya Kampung Caping.

Tak hanya itu, rombongan turut meninjau pelatihan Kurator Penggiat UMKM serta pelatihan Pengembangan Talenta Industri Kreatif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar yang digelar Dekranasda Pontianak bersama sejumlah mitra.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengungkapkan, Selvi menitipkan pesan khusus kepada para pengrajin dan pelaku UMKM Kalbar agar terus menjaga semangat berkarya.

“Pesan beliau, terus semangat, terus melakukan inovasi, dan kami dari Dekranasda Kota juga terus memberikan bimbingan untuk memajukan UMKM Kota Pontianak,” ujar Yanieta.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk terus berkembang di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha saat ini.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Pontianak.

Ia menilai, kehadiran rombongan Seruni Kabinet Merah Putih yang terdiri dari para pendamping menteri memiliki arti penting karena dapat membuka peluang perhatian lebih luas terhadap potensi daerah.

“Yang hadir ini kan ibu-ibu menteri, pasti dia akan cerita kepada suami-suaminya para menteri, dan tentu ada hal-hal yang dianggapnya bisa membantu dan bermanfaat untuk Kota Pontianak,” tutupnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Wako Edi Dorong Revisi UU HKPD, Pajak Parkir dan Rumah Kos Dinilai Perlu Dievaluasi
Wednesday, 13 May 2026
Artikel Sebelumnya
Kurasi dan AI Jadi Senjata UMKM Pontianak Naik Kelas, Omzet Ditarget Naik 3 Kali Lipat
Wednesday, 13 May 2026

Berita terkait