Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 13 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan sepanjang Mei 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kayong Utara mencatat, hingga pertengahan bulan ini sudah ada 14 warga yang terjangkit penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, Maria Fransisca mengatakan, kasus DBD tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kayong Utara.
“Bulan Mei sudah 14 kasus. Lima kasus dari Teluk Melano, lima dari Sukadana, dua dari Siduk, dan dua dari Teluk Batang,” ungkap dr. Maria Fransisca saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/5/2026).
Meningkatnya kasus DBD di Kayong Utara membuat Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, hingga lintas sektor untuk melakukan langkah pencegahan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengintensifkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M Plus, mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, fogging atau pengasapan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang ditemukan kasus DBD.
“Kami sudah melakukan penggerakan masyarakat melalui puskesmas, pendekatan ke desa dan lintas sektor untuk aksi PSN 3M Plus, serta melaksanakan fogging,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim dari Dinas Kesehatan Kayong Utara juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan penguatan kepada tenaga kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Menurut dr. Sisca, wilayah Teluk Melano menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena jumlah kasus yang cukup tinggi.
“Kami dari Dinkes juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penguatan bagi teman-teman di Melano, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate,” tambahnya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
Warga diminta rutin membersihkan lingkungan, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta menghindari genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan sepanjang Mei 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kayong Utara mencatat, hingga pertengahan bulan ini sudah ada 14 warga yang terjangkit penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, Maria Fransisca mengatakan, kasus DBD tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kayong Utara.
“Bulan Mei sudah 14 kasus. Lima kasus dari Teluk Melano, lima dari Sukadana, dua dari Siduk, dan dua dari Teluk Batang,” ungkap dr. Maria Fransisca saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/5/2026).
Meningkatnya kasus DBD di Kayong Utara membuat Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, hingga lintas sektor untuk melakukan langkah pencegahan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengintensifkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M Plus, mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, fogging atau pengasapan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang ditemukan kasus DBD.
“Kami sudah melakukan penggerakan masyarakat melalui puskesmas, pendekatan ke desa dan lintas sektor untuk aksi PSN 3M Plus, serta melaksanakan fogging,” jelasnya.
Tak hanya itu, tim dari Dinas Kesehatan Kayong Utara juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan penguatan kepada tenaga kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Menurut dr. Sisca, wilayah Teluk Melano menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena jumlah kasus yang cukup tinggi.
“Kami dari Dinkes juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penguatan bagi teman-teman di Melano, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagikan bubuk abate,” tambahnya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
Warga diminta rutin membersihkan lingkungan, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta menghindari genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini