Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Tuesday, 03 March 2020 |
Perketat pintu masuk ke Kalbar
KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan akan memperketat pintu masuk ke provinsi yang dipimpinnya itu. Langkah tegas ini diambil Midji menanggapi informasi mengenai dua orang Indonesia yang positif virus corona yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (2/3/2020).
Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura itu meminta semua instansi mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, Dinas Kesehatan bersama Konsulat Malaysia di Kalbar untuk bersama-sama menjaga dan memperketat pintu masuk perbatasan.
“Karena tidak ada negara yang bisa menyatakan diri tidak terjangkit. Kita juga tidak bisa sembunyikan, sekarang imbauan kepada masyarakat, kalau ada anggota keluarga yang demam dan flu apalagi pernah berinteraksi dengan mereka yang pernah berkunjung (ke negara yang terjangkit) harus periksa kesehatan,” tegasnya.
“Kita akan lebih ketat lagi, karena kalbar pintu masuknya banyak. Saya akan segera koordinasi dengan konsul Malaysia di Kalbar supaya sama-sama jaga perbatasan dengan ketat. Karena lalu lintas perbatasan ini sama-sama punya kepentingan, bahkan Malaysia lebih ketat. Jadi harus sama-sama. Kita juga minta kementerian perhubungan untuk melarang Air Asia terbang ke Pontianak. Kalau memang masih melayani kunjungan ke Korea dari Kalbar, jangan terbang ke Pontianak,” tegasnya.
Midji juga meminta warga Kalbar yang baru kembali dari negara yang sudah terjangkit untuk mengkarantina diri sendiri dalam artian tak berkeliaran. Hal itu disampaikan Midji, Menanggapi warga Kalbar yang pelesiran ke Korea Selatan di tengah mewabahnya virus corona ini. Sebab, kata dia, virus corona ini penyebaran melalui udara berbeda dengan bakteri.
“Kalau perlu dia secara sukarela memeriksakan diri secara lengkap ke RSUD Soedarso, RSUD Singkawang dan Sintang yang mempunyai alat lengkap untuk penanganan kesiapsiagaan virus Corona. Bagi warga Kalbar yang baru kembali dari Korea saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk kordinasi dengan Imigrasi untuk ambil sampel darah. Apapun jenis sampel yang mau diambil silahkan untuk pastikan mereka tidak terpapar,” tegasnya.
“Yang baru pulang dari Korea malah bangga, mereka tak tahu akibatnya bukan hanya untuk diri mereka sendiri tapi untuk masyarakat lain juga. Kalau untuk diri sendiri silahkan tapi kan ini bisa terjangkit pada orang lain. Itulah kadang orang kita nih mengada-ngada juga,” pungkasnya. (Fai)
Perketat pintu masuk ke Kalbar
KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan akan memperketat pintu masuk ke provinsi yang dipimpinnya itu. Langkah tegas ini diambil Midji menanggapi informasi mengenai dua orang Indonesia yang positif virus corona yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (2/3/2020).
Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura itu meminta semua instansi mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, Dinas Kesehatan bersama Konsulat Malaysia di Kalbar untuk bersama-sama menjaga dan memperketat pintu masuk perbatasan.
“Karena tidak ada negara yang bisa menyatakan diri tidak terjangkit. Kita juga tidak bisa sembunyikan, sekarang imbauan kepada masyarakat, kalau ada anggota keluarga yang demam dan flu apalagi pernah berinteraksi dengan mereka yang pernah berkunjung (ke negara yang terjangkit) harus periksa kesehatan,” tegasnya.
“Kita akan lebih ketat lagi, karena kalbar pintu masuknya banyak. Saya akan segera koordinasi dengan konsul Malaysia di Kalbar supaya sama-sama jaga perbatasan dengan ketat. Karena lalu lintas perbatasan ini sama-sama punya kepentingan, bahkan Malaysia lebih ketat. Jadi harus sama-sama. Kita juga minta kementerian perhubungan untuk melarang Air Asia terbang ke Pontianak. Kalau memang masih melayani kunjungan ke Korea dari Kalbar, jangan terbang ke Pontianak,” tegasnya.
Midji juga meminta warga Kalbar yang baru kembali dari negara yang sudah terjangkit untuk mengkarantina diri sendiri dalam artian tak berkeliaran. Hal itu disampaikan Midji, Menanggapi warga Kalbar yang pelesiran ke Korea Selatan di tengah mewabahnya virus corona ini. Sebab, kata dia, virus corona ini penyebaran melalui udara berbeda dengan bakteri.
“Kalau perlu dia secara sukarela memeriksakan diri secara lengkap ke RSUD Soedarso, RSUD Singkawang dan Sintang yang mempunyai alat lengkap untuk penanganan kesiapsiagaan virus Corona. Bagi warga Kalbar yang baru kembali dari Korea saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk kordinasi dengan Imigrasi untuk ambil sampel darah. Apapun jenis sampel yang mau diambil silahkan untuk pastikan mereka tidak terpapar,” tegasnya.
“Yang baru pulang dari Korea malah bangga, mereka tak tahu akibatnya bukan hanya untuk diri mereka sendiri tapi untuk masyarakat lain juga. Kalau untuk diri sendiri silahkan tapi kan ini bisa terjangkit pada orang lain. Itulah kadang orang kita nih mengada-ngada juga,” pungkasnya. (Fai)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini