Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 12 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Alergi makanan masih sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi ini bisa memicu reaksi serius hingga membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, penting untuk mengenali gejala alergi makanan, pemicunya, hingga cara pencegahannya sejak dini.
Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Fitri Eka Nurhasanah, S.Tr.Gz menjelaskan, alergi makanan merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap makanan tertentu. Reaksi tersebut bisa muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah makanan dikonsumsi.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap alergi makanan sebagai hal sepele, padahal pada beberapa kasus alergi dapat menimbulkan reaksi berat yang membahayakan nyawa,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Menurut Fitri, alergi makanan terjadi ketika tubuh menganggap kandungan tertentu dalam makanan sebagai ancaman. Saat tubuh terpapar alergen, sistem imun akan melepaskan Immunoglobulin E (IgE) yang kemudian memicu keluarnya histamin dan zat kimia lain penyebab reaksi alergi.
Ia mengatakan, alergi makanan bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada beberapa kasus, alergi pada anak dapat hilang seiring bertambahnya usia. Namun, ada juga yang bertahan hingga dewasa.
“Gejalanya bisa ringan hingga berat. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain gatal pada kulit, wajah membengkak, bersin, hidung berair, pusing, batuk hingga sesak napas,” jelasnya.
Fitri menambahkan, ada sejumlah makanan yang paling sering menjadi pemicu alergi makanan. Di antaranya kacang-kacangan, susu sapi, telur, kerang, beberapa jenis buah dan sayuran, hingga makanan olahan tertentu.
Selain faktor makanan, kondisi stres, daya tahan tubuh, dan pola makan yang kurang baik juga dapat memicu munculnya reaksi alergi. Risiko alergi bahkan bisa meningkat apabila salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi makanan maupun alergi lainnya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala alergi makanan dan segera melakukan pemeriksaan apabila muncul tanda-tanda tertentu setelah mengonsumsi makanan.
“Dengan mengenali pemicu alergi sejak dini, reaksi berbahaya yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Alergi makanan masih sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi ini bisa memicu reaksi serius hingga membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, penting untuk mengenali gejala alergi makanan, pemicunya, hingga cara pencegahannya sejak dini.
Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Fitri Eka Nurhasanah, S.Tr.Gz menjelaskan, alergi makanan merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap makanan tertentu. Reaksi tersebut bisa muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah makanan dikonsumsi.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap alergi makanan sebagai hal sepele, padahal pada beberapa kasus alergi dapat menimbulkan reaksi berat yang membahayakan nyawa,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Menurut Fitri, alergi makanan terjadi ketika tubuh menganggap kandungan tertentu dalam makanan sebagai ancaman. Saat tubuh terpapar alergen, sistem imun akan melepaskan Immunoglobulin E (IgE) yang kemudian memicu keluarnya histamin dan zat kimia lain penyebab reaksi alergi.
Ia mengatakan, alergi makanan bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada beberapa kasus, alergi pada anak dapat hilang seiring bertambahnya usia. Namun, ada juga yang bertahan hingga dewasa.
“Gejalanya bisa ringan hingga berat. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain gatal pada kulit, wajah membengkak, bersin, hidung berair, pusing, batuk hingga sesak napas,” jelasnya.
Fitri menambahkan, ada sejumlah makanan yang paling sering menjadi pemicu alergi makanan. Di antaranya kacang-kacangan, susu sapi, telur, kerang, beberapa jenis buah dan sayuran, hingga makanan olahan tertentu.
Selain faktor makanan, kondisi stres, daya tahan tubuh, dan pola makan yang kurang baik juga dapat memicu munculnya reaksi alergi. Risiko alergi bahkan bisa meningkat apabila salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi makanan maupun alergi lainnya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala alergi makanan dan segera melakukan pemeriksaan apabila muncul tanda-tanda tertentu setelah mengonsumsi makanan.
“Dengan mengenali pemicu alergi sejak dini, reaksi berbahaya yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini