Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 12 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Produk anyaman berbahan akar keladi air khas Kalimantan Barat mencuri perhatian Ketua Umum Selvi Ananda saat mengunjungi Dekranasda Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (12/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Selvi tampak antusias mencoba langsung proses menganyam dengan bimbingan Intan Liana, perajin binaan Dekranasda Kalbar yang telah menekuni kerajinan tersebut sejak 1989.
Sambil menganyam, Selvi sempat menanyakan bahan yang digunakan. Awalnya, ia mengira bahan tersebut merupakan rotan.
“Beliau sempat bertanya ini bahannya apa. Saya jelaskan bahwa ini bukan rotan, melainkan akar keladi air. Bentuknya memang mirip rotan, tetapi lebih lembut dan mudah dibentuk,” ujar Intan.
Intan menjelaskan akar keladi air merupakan bahan alami khas Kalimantan Barat yang tumbuh di kawasan rawa-rawa sepanjang Sungai Kapuas. Bahan ini kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
“Dari akar keladi air ini bisa dibuat vas bunga, hantaran sirih pinang, tempat telur, goodie bag, hingga berbagai suvenir,” katanya.
Intan mengatakan, produk anyaman buatannya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Salah satunya melalui program kurasi yang membawanya mengikuti pameran di Jerman.
“Dari lima produk yang diajukan, tiga lolos seleksi dan dipamerkan di sana,” ungkapnya.
Selain aktif sebagai perajin, Intan juga menjadi pengajar dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) untuk mengenalkan seni anyaman kepada siswa sekolah dasar.
Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat maupun Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam promosi dan pemasaran produk.
“Pemerintah sangat mendukung. Dekranasda selalu membantu memperkenalkan kerajinan akar keladi air kepada masyarakat luas,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Produk anyaman berbahan akar keladi air khas Kalimantan Barat mencuri perhatian Ketua Umum Selvi Ananda saat mengunjungi Dekranasda Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (12/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Selvi tampak antusias mencoba langsung proses menganyam dengan bimbingan Intan Liana, perajin binaan Dekranasda Kalbar yang telah menekuni kerajinan tersebut sejak 1989.
Sambil menganyam, Selvi sempat menanyakan bahan yang digunakan. Awalnya, ia mengira bahan tersebut merupakan rotan.
“Beliau sempat bertanya ini bahannya apa. Saya jelaskan bahwa ini bukan rotan, melainkan akar keladi air. Bentuknya memang mirip rotan, tetapi lebih lembut dan mudah dibentuk,” ujar Intan.
Intan menjelaskan akar keladi air merupakan bahan alami khas Kalimantan Barat yang tumbuh di kawasan rawa-rawa sepanjang Sungai Kapuas. Bahan ini kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
“Dari akar keladi air ini bisa dibuat vas bunga, hantaran sirih pinang, tempat telur, goodie bag, hingga berbagai suvenir,” katanya.
Intan mengatakan, produk anyaman buatannya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Salah satunya melalui program kurasi yang membawanya mengikuti pameran di Jerman.
“Dari lima produk yang diajukan, tiga lolos seleksi dan dipamerkan di sana,” ungkapnya.
Selain aktif sebagai perajin, Intan juga menjadi pengajar dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) untuk mengenalkan seni anyaman kepada siswa sekolah dasar.
Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat maupun Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam promosi dan pemasaran produk.
“Pemerintah sangat mendukung. Dekranasda selalu membantu memperkenalkan kerajinan akar keladi air kepada masyarakat luas,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini