Pontianak    

Pontianak Resmi Gabung UCLG ASPAC, Sekda Sebut Jadi Momen Bersejarah Kota

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 09 May 2026
Pontianak Resmi Gabung UCLG ASPAC, Sekda Sebut Jadi Momen Bersejarah Kota
Penyerahan sertifikat keanggotan UCLG ASPAC kepada Pemerintah Kota Pontianak yang diterima Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kota Pontianak resmi bergabung dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific. Pemerintah Kota Pontianak menyambut keanggotaan tersebut sebagai momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama antarkota di kawasan Asia Pasifik.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan apresiasi kepada UCLG ASPAC yang telah menerima Pontianak sebagai bagian dari organisasi internasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya dalam agenda perdana UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026) malam.

Menurut Amirullah, bergabungnya Pontianak ke UCLG ASPAC bukan sekadar pencapaian administratif. Lebih dari itu, langkah ini menjadi tanggung jawab baru bagi kota untuk memperkuat kontribusi dalam kerja sama regional dan pembangunan berkelanjutan.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Pontianak yang kami terima dengan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar,” katanya.

Melalui keanggotaan UCLG ASPAC, Pemkot Pontianak berharap bisa memperdalam kerja sama yang selama ini telah dibangun, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan program pembangunan kota berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Amirullah menilai, tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, hingga ketimpangan sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu kota atau satu negara saja. Karena itu, kerja sama antarkota menjadi langkah penting dalam mencari solusi bersama.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pontianak siap berjalan bersama kota-kota lain di Asia Pasifik untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kapasitas, dan mendorong pembangunan kota yang inklusif, tangguh, serta berkelanjutan.

“Pontianak siap berjalan dan bergerak bersama UCLG ASPAC serta seluruh anggotanya,” pungkasnya.

Perjalanan internasional Kota Pontianak sebenarnya sudah dimulai sejak akhir 2021, saat terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan di Indonesia dalam program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy. Saat itu, Pontianak menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global.

Keterlibatan dalam program GCoM kemudian membuka jalan bagi Pontianak untuk semakin aktif di jaringan UCLG ASPAC. Dengan dukungan organisasi tersebut sebagai sekretariat regional, Pontianak berkembang menjadi salah satu kota yang dinilai progresif dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Keanggotaan resmi ini juga membuat suara Pontianak kini semakin diperhitungkan di level Asia Pasifik, terutama dalam menyuarakan tantangan kota sungai yang menghadapi ancaman banjir rob dan penurunan kualitas lingkungan.

Tak hanya itu, Pontianak juga berhasil meraih GCoM Compliance Badge pada Mei 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Pontianak telah memenuhi standar global dalam penyusunan Climate Action Plans atau Rencana Aksi Perubahan Iklim.

Melalui platform UCLG ASPAC, keberhasilan Pontianak dalam pengelolaan sampah terintegrasi dan mitigasi banjir bahkan mulai dijadikan referensi atau best practice bagi kota-kota menengah di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai anggota aktif UCLG ASPAC, Pontianak juga memiliki akses lebih luas terhadap peluang pendanaan hijau dan bantuan teknis internasional. Keanggotaan ini membuka ruang kolaborasi dengan para ahli global untuk memperkuat infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

Dengan dukungan program GCoM dan jejaring UCLG ASPAC, Pontianak kini tidak lagi hanya dikenal sebagai kota di garis khatulistiwa. Kota ini mulai dipandang sebagai salah satu kota percontohan yang aktif membangun masa depan perkotaan yang berkelanjutan dan rendah emisi di tingkat internasional. (*)

Artikel Selanjutnya
Kabar Baik, RSUD Soedarso Kini Bisa Tangani Jantung Anak dan Jantung Bawaan
Saturday, 09 May 2026
Artikel Sebelumnya
Edi Sambut Peserta Kalimantan Tribute 2026 di Pontianak, Ajak Nikmati Kopi dan Kuliner Khas Kota
Saturday, 09 May 2026

Berita terkait