Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 09 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut langsung kedatangan peserta Kalimantan Tribute 2026 di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026).
Ajang ekspedisi lintas Borneo menggunakan kendaraan 4x4 itu menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai titik akhir perjalanan para peserta setelah menempuh ribuan kilometer melintasi Pulau Kalimantan.
Dalam sambutannya, Edi mengapresiasi dipilihnya Kota Pontianak sebagai lokasi finis kegiatan otomotif dan petualangan tersebut. Menurutnya, Kalimantan Tribute bukan sekadar perjalanan lintas alam, tetapi juga simbol persahabatan, ketangguhan, dan semangat menjelajahi kekayaan Pulau Borneo.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kalimantan Tribute 2026. Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujarnya.
Edi menilai, perjalanan menggunakan kendaraan 4x4 melintasi daratan Kalimantan bukan hal mudah. Selain menguji fisik dan mental, perjalanan itu juga menghadirkan pengalaman menikmati keindahan alam serta kekayaan hayati Pulau Kalimantan.
Kalimantan Tribute 2026 sendiri diikuti 15 peserta mancanegara dan 145 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta lintas negara dan daerah disebut menjadi bukti bahwa semangat petualangan mampu menyatukan banyak orang tanpa batas budaya maupun wilayah.
“Di sini, di Tugu Khatulistiwa ini, kami berharap lelah para peserta terbayar dengan keramahan khas warga Pontianak,” katanya.
Momentum Kalimantan Tribute 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada peserta. Edi menyebut, Pontianak terus berbenah menjadi destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Pontianak bukan sekadar kota persinggahan. Kota yang berada tepat di garis khatulistiwa ini juga memiliki kekayaan budaya, wisata sejarah, hingga kuliner khas yang sudah dikenal luas.
Ia pun mengajak para peserta menikmati suasana kota sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.
Edi berharap seluruh peserta membawa kesan positif tentang Pontianak dan membagikan pengalaman mereka kepada masyarakat di negara maupun daerah asal masing-masing.
“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni yaitu Pontianak,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut langsung kedatangan peserta Kalimantan Tribute 2026 di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026).
Ajang ekspedisi lintas Borneo menggunakan kendaraan 4x4 itu menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai titik akhir perjalanan para peserta setelah menempuh ribuan kilometer melintasi Pulau Kalimantan.
Dalam sambutannya, Edi mengapresiasi dipilihnya Kota Pontianak sebagai lokasi finis kegiatan otomotif dan petualangan tersebut. Menurutnya, Kalimantan Tribute bukan sekadar perjalanan lintas alam, tetapi juga simbol persahabatan, ketangguhan, dan semangat menjelajahi kekayaan Pulau Borneo.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kalimantan Tribute 2026. Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujarnya.
Edi menilai, perjalanan menggunakan kendaraan 4x4 melintasi daratan Kalimantan bukan hal mudah. Selain menguji fisik dan mental, perjalanan itu juga menghadirkan pengalaman menikmati keindahan alam serta kekayaan hayati Pulau Kalimantan.
Kalimantan Tribute 2026 sendiri diikuti 15 peserta mancanegara dan 145 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta lintas negara dan daerah disebut menjadi bukti bahwa semangat petualangan mampu menyatukan banyak orang tanpa batas budaya maupun wilayah.
“Di sini, di Tugu Khatulistiwa ini, kami berharap lelah para peserta terbayar dengan keramahan khas warga Pontianak,” katanya.
Momentum Kalimantan Tribute 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada peserta. Edi menyebut, Pontianak terus berbenah menjadi destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Pontianak bukan sekadar kota persinggahan. Kota yang berada tepat di garis khatulistiwa ini juga memiliki kekayaan budaya, wisata sejarah, hingga kuliner khas yang sudah dikenal luas.
Ia pun mengajak para peserta menikmati suasana kota sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.
Edi berharap seluruh peserta membawa kesan positif tentang Pontianak dan membagikan pengalaman mereka kepada masyarakat di negara maupun daerah asal masing-masing.
“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni yaitu Pontianak,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini