Pontianak    

Kabar Baik, RSUD Soedarso Kini Bisa Tangani Jantung Anak dan Jantung Bawaan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 09 May 2026
Kabar Baik, RSUD Soedarso Kini Bisa Tangani Jantung Anak dan Jantung Bawaan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - RSUD dr. Soedarso Pontianak terus meningkatkan layanan kesehatan. Salah satunya dengan menghadirkan dokter subspesialis jantung anak dan kelainan jantung bawaan.

Dengan adanya dokter subspesialis ini, penanganan penyakit jantung pada anak kini dapat dilakukan di Kalimantan Barat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi mengatakan, dalam dua hari terakhir, rumah sakit tersebut telah melakukan tindakan pertama untuk kasus jantung bawaan. Tindakan ini merupakan yang pertama dilakukan di RSUD Soedarso sekaligus yang pertama di Kalimantan Barat.

“Ini adalah bagian dari program percepatan layanan prioritas nasional, khususnya untuk penguatan layanan jantung,” ujarnya, Sabtu (09/05/2026).

Hary mengungkapkan, RSUD Soedarso kini telah memiliki dokter jantung dengan subspesialis pediatrik kardiologi, yaitu dokter yang secara khusus menangani penyakit jantung pada anak, termasuk kelainan jantung bawaan.

Selain itu, rumah sakit juga didukung oleh tim dokter jantung subspesialis ekokardiografi dan pencitraan, sehingga penanganan kelainan jantung bawaan dapat dilakukan secara komprehensif.

“Itu yang menjadi tim untuk melakukan tindakan pada jantung bawaan yang bisa dilakukan tanpa operasi,” sebutnya.

Hary menjelaskan, jika sebelumnya pasien harus menjalani bedah jantung, kini sebagian kasus dapat ditangani tanpa operasi melalui teknologi kateterisasi jantung. RSUD Soedarso telah memiliki fasilitas cath lab untuk mendukung prosedur tersebut.

“Selama ini pasien dengan kelainan jantung bawaan harus dirujuk ke rumah sakit vertikal di Jawa. Sekarang tindakan itu sudah bisa mulai dilakukan di RSUD Soedarso,” jelasnya.

Berdasarkan data rumah sakit, dalam kurun waktu 10 bulan terakhir tercatat sekitar 800 kunjungan pasien dengan kasus jantung bawaan. Setiap pekan, ditemukan sekitar enam hingga sepuluh pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit rujukan nasional di Pulau Jawa. (Lid)

Artikel Selanjutnya
SPMB SD dan SMP Negeri Pontianak Dibuka Juni 2026, Pendaftaran Full Online
Friday, 08 May 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Resmi Gabung UCLG ASPAC, Sekda Sebut Jadi Momen Bersejarah Kota
Friday, 08 May 2026

Berita terkait