Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 04 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran saat memimpin upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Senin (4/5/2026).
Dalam momentum ini, Edi menyoroti tema Hari Otonomi Daerah 2026, “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita”, sebagai penegasan peran daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Berbagai tugas dan program kita telah berjalan. Tinggal kita evaluasi apa yang sudah dilakukan,” ujarnya.
Edi menekankan, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia juga mengingatkan delapan kluster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga penurunan kemiskinan.
Selain itu, pemerintah daerah didorong memperkuat reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Saat ini, sebanyak 305 Mal Pelayanan Publik (MPP) telah beroperasi di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi layanan.
Di sisi lain, Edi mengungkapkan tantangan nyata yang dihadapi Pemerintah Kota Pontianak, yakni berkurangnya dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini menuntut penyesuaian prioritas program agar tetap sejalan dengan RPJMD dan visi misi daerah.
“Program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga terus mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga Indonesia Asri. Di tingkat lokal, gerakan Pontianak Asri juga terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Tak hanya soal anggaran, Edi juga menyoroti keterbatasan sumber daya aparatur. Saat ini rasio ASN Kota Pontianak baru mencapai 0,94 persen, masih jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 2,4 persen.
“Kita kekurangan sekitar 2.068 ASN. Dengan keterbatasan SDM dan anggaran, kita harus terus berinovasi dan memanfaatkan digitalisasi secara maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, kepekaan terhadap persoalan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, mulai dari isu lingkungan, sampah, genangan, hingga kebutuhan dasar warga.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak yang berangkat pada hari yang sama, termasuk 73 ASN, agar diberi kelancaran dan menjadi haji mabrur.
“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus membangun Kota Pontianak dengan semangat, inovasi, dan kepedulian yang tinggi,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran saat memimpin upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Senin (4/5/2026).
Dalam momentum ini, Edi menyoroti tema Hari Otonomi Daerah 2026, “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita”, sebagai penegasan peran daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Berbagai tugas dan program kita telah berjalan. Tinggal kita evaluasi apa yang sudah dilakukan,” ujarnya.
Edi menekankan, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia juga mengingatkan delapan kluster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga penurunan kemiskinan.
Selain itu, pemerintah daerah didorong memperkuat reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Saat ini, sebanyak 305 Mal Pelayanan Publik (MPP) telah beroperasi di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi layanan.
Di sisi lain, Edi mengungkapkan tantangan nyata yang dihadapi Pemerintah Kota Pontianak, yakni berkurangnya dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini menuntut penyesuaian prioritas program agar tetap sejalan dengan RPJMD dan visi misi daerah.
“Program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga terus mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga Indonesia Asri. Di tingkat lokal, gerakan Pontianak Asri juga terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Tak hanya soal anggaran, Edi juga menyoroti keterbatasan sumber daya aparatur. Saat ini rasio ASN Kota Pontianak baru mencapai 0,94 persen, masih jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 2,4 persen.
“Kita kekurangan sekitar 2.068 ASN. Dengan keterbatasan SDM dan anggaran, kita harus terus berinovasi dan memanfaatkan digitalisasi secara maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, kepekaan terhadap persoalan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, mulai dari isu lingkungan, sampah, genangan, hingga kebutuhan dasar warga.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak yang berangkat pada hari yang sama, termasuk 73 ASN, agar diberi kelancaran dan menjadi haji mabrur.
“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus membangun Kota Pontianak dengan semangat, inovasi, dan kepedulian yang tinggi,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini