Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 02 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan menu berisi ulat kepada siswa SDN 13 Desa Kamboja, Kabupaten Kayong Utara, kembali menjadi sorotan.
Dapur yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari itu ternyata sebelumnya pernah dikenai sanksi penghentian sementara operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan surat BGN nomor 1531/D.TWS/04/2026, dapur tersebut sempat disuspend karena tidak memenuhi standar instalasi pengelolaan limbah (IPAL) serta standar laik higienis sanitasi (SLHS).
Kepala Regional BGN Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan bahwa dapur tersebut pernah dihentikan operasionalnya selama tiga hari akibat persoalan standar IPAL.
“Iya sesuai surat kita, dapur ini sudah pernah kena suspend. Ini kasus berulang. Kalau diaktifkan lagi benar, karena mereka sudah melakukan perbaikan IPAL, laporannya ada kita terima dalam bentuk video,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (02/05/2026) malam.
Namun, persoalan kembali mencuat setelah ditemukan makanan yang didistribusikan kepada siswa mengandung ulat. Agus menegaskan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk kemungkinan penghentian operasional kembali.
“Ini sudah kita laporkan, tinggal menunggu keputusan dari Direktur Pemantauan dan Pengawasan. Pastinya akan di-stop operasional,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sekitar mengeluhkan dampak operasional dapur tersebut. Mereka menyebut bau menyengat dari limbah sering tercium, terutama saat cuaca panas.
“Kalau musim panas, bau menyengat dari limbah dapur ini, bang. Bau sekali, seolah limbahnya tidak diproses dengan baik,” ujar Ujang, warga yang tinggal di dekat lokasi dapur.
Warga pun mendesak agar operasional dapur dihentikan demi mencegah dampak kesehatan yang lebih serius, termasuk potensi keracunan.
Salah satu orang tua murid juga menyuarakan kekhawatirannya. Ia berharap distribusi makanan MBG tidak lagi berasal dari dapur tersebut dan meminta adanya pergantian pengelola.
“Supaya tidak berulang kasus ulat ini, sebaiknya pengelolanya diganti saja. Hentikan dulu dapur ini,” harapnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan menu berisi ulat kepada siswa SDN 13 Desa Kamboja, Kabupaten Kayong Utara, kembali menjadi sorotan.
Dapur yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari itu ternyata sebelumnya pernah dikenai sanksi penghentian sementara operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan surat BGN nomor 1531/D.TWS/04/2026, dapur tersebut sempat disuspend karena tidak memenuhi standar instalasi pengelolaan limbah (IPAL) serta standar laik higienis sanitasi (SLHS).
Kepala Regional BGN Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan bahwa dapur tersebut pernah dihentikan operasionalnya selama tiga hari akibat persoalan standar IPAL.
“Iya sesuai surat kita, dapur ini sudah pernah kena suspend. Ini kasus berulang. Kalau diaktifkan lagi benar, karena mereka sudah melakukan perbaikan IPAL, laporannya ada kita terima dalam bentuk video,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (02/05/2026) malam.
Namun, persoalan kembali mencuat setelah ditemukan makanan yang didistribusikan kepada siswa mengandung ulat. Agus menegaskan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk kemungkinan penghentian operasional kembali.
“Ini sudah kita laporkan, tinggal menunggu keputusan dari Direktur Pemantauan dan Pengawasan. Pastinya akan di-stop operasional,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sekitar mengeluhkan dampak operasional dapur tersebut. Mereka menyebut bau menyengat dari limbah sering tercium, terutama saat cuaca panas.
“Kalau musim panas, bau menyengat dari limbah dapur ini, bang. Bau sekali, seolah limbahnya tidak diproses dengan baik,” ujar Ujang, warga yang tinggal di dekat lokasi dapur.
Warga pun mendesak agar operasional dapur dihentikan demi mencegah dampak kesehatan yang lebih serius, termasuk potensi keracunan.
Salah satu orang tua murid juga menyuarakan kekhawatirannya. Ia berharap distribusi makanan MBG tidak lagi berasal dari dapur tersebut dan meminta adanya pergantian pengelola.
“Supaya tidak berulang kasus ulat ini, sebaiknya pengelolanya diganti saja. Hentikan dulu dapur ini,” harapnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini