Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 02 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Sabtu (02/05/2026) di SDN 13 Desa Kamboja Tengah, Kecamatan Pulau Maya Karimata, Kabupaten Kayong Utara menuai sorotan.
Sejumlah orang tua siswa menemukan ulat dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG tersebut dikemas dalam omprengan berisi nasi putih, tahu, serta sayur kacang panjang dan wortel. Makanan ini dipasok dari dapur yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari.
Seorang guru di sekolah tersebut membenarkan temuan adanya ulat dalam sajian menu MBG itu.
"Mohon maaf, makanan MBG hari ini ada ulat di dalam nasi dan oseng sayur kacang panjang dan wortel,” ujarnya.
Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari orang tua siswa. Mereka menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan anak-anak.
“Ini konsumsi anak-anak. Tidak bisa dianggap remeh. Harus ada tanggung jawab jelas dari pengelola,” tegas salah seorang orang tua murid.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
“Belum tahu, baru dapat informasi ini. Saya coba cek dulu,” katanya.
Adi menjelaskan, dapur yang dikelola yayasan tersebut setiap hari mendistribusikan sekitar 2.307 porsi makanan hingga hari Sabtu. Ia juga menanggapi terkait aturan distribusi MBG yang umumnya hanya berlangsung lima hari kerja.
Menurutnya, Kecamatan Pulau Maya Karimata mendapatkan pengecualian karena masih tergolong wilayah dengan tingkat kerawanan gizi dan stunting yang cukup tinggi, yakni di atas 20 persen.
“Karena di sana angka stunting masih tinggi, maka distribusi makanan masih diperbolehkan sampai hari Sabtu,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG MBG SDN 13 Pulau Maya, Awaludin, mengakui adanya temuan ulat dalam sebagian makanan yang dibagikan. Namun, ia menegaskan tidak semua porsi mengalami hal serupa.
“Benar ada ulat, tapi tidak semua omprengan. Itu berasal dari kacang panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, total makanan yang didistribusikan ke sekolah tersebut mencapai 89 porsi untuk siswa dan guru. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Sabtu (02/05/2026) di SDN 13 Desa Kamboja Tengah, Kecamatan Pulau Maya Karimata, Kabupaten Kayong Utara menuai sorotan.
Sejumlah orang tua siswa menemukan ulat dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG tersebut dikemas dalam omprengan berisi nasi putih, tahu, serta sayur kacang panjang dan wortel. Makanan ini dipasok dari dapur yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari.
Seorang guru di sekolah tersebut membenarkan temuan adanya ulat dalam sajian menu MBG itu.
"Mohon maaf, makanan MBG hari ini ada ulat di dalam nasi dan oseng sayur kacang panjang dan wortel,” ujarnya.
Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari orang tua siswa. Mereka menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan anak-anak.
“Ini konsumsi anak-anak. Tidak bisa dianggap remeh. Harus ada tanggung jawab jelas dari pengelola,” tegas salah seorang orang tua murid.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
“Belum tahu, baru dapat informasi ini. Saya coba cek dulu,” katanya.
Adi menjelaskan, dapur yang dikelola yayasan tersebut setiap hari mendistribusikan sekitar 2.307 porsi makanan hingga hari Sabtu. Ia juga menanggapi terkait aturan distribusi MBG yang umumnya hanya berlangsung lima hari kerja.
Menurutnya, Kecamatan Pulau Maya Karimata mendapatkan pengecualian karena masih tergolong wilayah dengan tingkat kerawanan gizi dan stunting yang cukup tinggi, yakni di atas 20 persen.
“Karena di sana angka stunting masih tinggi, maka distribusi makanan masih diperbolehkan sampai hari Sabtu,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG MBG SDN 13 Pulau Maya, Awaludin, mengakui adanya temuan ulat dalam sebagian makanan yang dibagikan. Namun, ia menegaskan tidak semua porsi mengalami hal serupa.
“Benar ada ulat, tapi tidak semua omprengan. Itu berasal dari kacang panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, total makanan yang didistribusikan ke sekolah tersebut mencapai 89 porsi untuk siswa dan guru. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini