Kapuas Hulu    

Kesimpulan Tim Penyidik Kementerian ESDM: Semburan Api dari Dalam Pasir di Bunut Hilir Merupakan Gas Metana dan Tidak Berbahaya

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 24 April 2026
Kesimpulan Tim Penyidik Kementerian ESDM: Semburan Api dari Dalam Pasir di Bunut Hilir Merupakan Gas Metana dan Tidak Berbahaya
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Tim Penyelidik Bumi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan pengecekan rembesan gas di Dusun Kubu, Desa Ujung Pandang, Kecamatan Bunut Hilir, pada Jumat (24/04/2026) pukul 15.00 WIB.

Kegiatan pengecekan sekaligus pengambilan sampel gas tersebut berlangsung dari pukul 15.00 WIB hingga 16.20 WIB. Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait adanya semburan api yang diduga berasal dari rembesan gas di wilayah tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu Andi Setiawan selaku Ketua Tim Penyelidik Bumi, Badan Geologi Kementerian ESDM beserta anggota, Hadis selaku Sekretaris Kecamatan Bunut Hilir, Bripka Yudhi Rossadi selaku Ps Kanit Reskrim, Bripka Indra Gunawan selaku Ps. Kanit Binmas, Sertu Indra Mardi selaku Babinsa Desa Ujung Pandang, Muhammad Adeni selaku Pol PP Kecamatan Bunut Hilir, serta Syahrian selaku Sekretaris Desa Ujung Pandang

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali mengatakan, bahwa berdasarkan hasil awal, tim menyimpulkan bahwa rembesan gas tersebut mengandung sekitar 80 persen gas metana dan tidak berbahaya. Masyarakat pun diimbau tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

"Namun sebagai langkah antisipasi, warga diminta untuk tidak terlalu mendekati titik keluarnya gas dan tetap menjaga jarak aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata IPTU Jamali.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Tim akan melakukan analisis lanjutan terhadap sampel gas di laboratorium untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif.

"Pemerintah Kecamatan Bunut Hilir bersama unsur TNI-Polri akan terus memantau perkembangan di lokasi dan berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM," pungkasnya. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Krisantus Sebut Pontianak Panas Menyengat Akibat Kerusakan Hutan, Minta Perusahaan Jaga Alam
Friday, 24 April 2026
Artikel Sebelumnya
Kuasai Sabu 5,92 Gram, Pria 58 Tahun Asal Tumbang Titi Ketapang Diamankan Polisi
Friday, 24 April 2026

Berita terkait