Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 24 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyebutkan bahwa cuaca panas yang semakin terasa di Kota Pontianak diduga merupakan dampak dari kerusakan hutan.
Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Hari Bumi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Jumat (24/04/2026).
“Sekarang kita rasakan di Kota Pontianak ini, suhu sudah semakin panas. Kalau dulu paling 30, 29, 30 derajat celcius. Sekarang 31, 34, bahkan 36. Nah itu akibat apa? Akibat kerusakan hutan, karena lapisan atmosfer juga sudah semakin menipis. Sehingga panas bumi semakin panas,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia meminta seluruh perusahaan agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan. Ia menekankan pentingnya pengendalian investasi yang berpotensi merusak lingkungan.
“Kita harus kendalikan investasi. Dampak lingkungan harus diawasi. Setiap perusahaan wajib menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak yang ditimbulkan. Hutan yang masih lestari harus dijaga, jangan sampai berkurang, bahkan kalau bisa ditambah melalui penanaman kembali,” tegasnya.
Krisantus juga mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang tersisa.
“Investasi di Kalbar sudah cukup. Sekarang hutan kita tinggal sedikit. Mari kita lestarikan dan jaga bersama agar tidak semakin berkurang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyebutkan bahwa cuaca panas yang semakin terasa di Kota Pontianak diduga merupakan dampak dari kerusakan hutan.
Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Hari Bumi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Jumat (24/04/2026).
“Sekarang kita rasakan di Kota Pontianak ini, suhu sudah semakin panas. Kalau dulu paling 30, 29, 30 derajat celcius. Sekarang 31, 34, bahkan 36. Nah itu akibat apa? Akibat kerusakan hutan, karena lapisan atmosfer juga sudah semakin menipis. Sehingga panas bumi semakin panas,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia meminta seluruh perusahaan agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan. Ia menekankan pentingnya pengendalian investasi yang berpotensi merusak lingkungan.
“Kita harus kendalikan investasi. Dampak lingkungan harus diawasi. Setiap perusahaan wajib menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak yang ditimbulkan. Hutan yang masih lestari harus dijaga, jangan sampai berkurang, bahkan kalau bisa ditambah melalui penanaman kembali,” tegasnya.
Krisantus juga mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang tersisa.
“Investasi di Kalbar sudah cukup. Sekarang hutan kita tinggal sedikit. Mari kita lestarikan dan jaga bersama agar tidak semakin berkurang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini