Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, optimistis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar dapat mencapai angka 75 persen pada tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Norsan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tahun 2027 di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (21/04/2026).
Ia menjelaskan, sasaran kinerja makro tahun 2027 telah ditetapkan secara terukur. Untuk IPM, ditargetkan berada pada kisaran 73,11 hingga 75, dengan optimisme dapat mencapai angka tertinggi.
“Laju pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,1 hingga 7,5 persen, dan kita optimistis bisa mencapai 7,5 persen,” ujarnya.
Selain itu, PDB per kapita ditargetkan berada di kisaran Rp65,78 juta hingga Rp69,97 juta. Tingkat kemiskinan diproyeksikan sebesar 4,82 hingga 5,82 persen, dengan target capaian di angka 5,82 persen. Sementara itu, rasio Gini ditargetkan berada pada kisaran 0,299 hingga 0,309.
Norsan menegaskan, bahwa target-target tersebut tidak ditetapkan secara administratif semata, melainkan berdasarkan evaluasi kinerja makro, arah kebijakan pembangunan, serta keyakinan terhadap potensi dan keunggulan kompetitif daerah.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Sementara dari sisi produksi, kontribusi utama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makan minum.
“Target ini bukan sekadar optimisme, tetapi disusun berdasarkan potensi riil daerah yang terus diarahkan agar lebih produktif, bernilai tambah, dan saling terkoneksi,” jelasnya.
Untuk mencapai target IPM, Pemprov Kalbar akan fokus pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Selain itu, penanganan anak tidak sekolah, penguatan pendidikan vokasi, peningkatan akses layanan dasar, serta penguatan desa sebagai pusat pelayanan masyarakat juga menjadi prioritas.
Di sisi lain, RKPD 2027 juga mengakomodasi berbagai usulan pembangunan, meliputi 4.210 usulan pokok-pokok pikiran DPRD, 698 usulan Musrenbang kabupaten/kota, serta 22 usulan dukungan pemerintah pusat untuk proyek-proyek strategis.
“Jumlah usulan ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan di Kalimantan Barat. Karena itu, seluruh usulan harus ditelaah secara cermat dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, optimistis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar dapat mencapai angka 75 persen pada tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Norsan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tahun 2027 di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (21/04/2026).
Ia menjelaskan, sasaran kinerja makro tahun 2027 telah ditetapkan secara terukur. Untuk IPM, ditargetkan berada pada kisaran 73,11 hingga 75, dengan optimisme dapat mencapai angka tertinggi.
“Laju pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,1 hingga 7,5 persen, dan kita optimistis bisa mencapai 7,5 persen,” ujarnya.
Selain itu, PDB per kapita ditargetkan berada di kisaran Rp65,78 juta hingga Rp69,97 juta. Tingkat kemiskinan diproyeksikan sebesar 4,82 hingga 5,82 persen, dengan target capaian di angka 5,82 persen. Sementara itu, rasio Gini ditargetkan berada pada kisaran 0,299 hingga 0,309.
Norsan menegaskan, bahwa target-target tersebut tidak ditetapkan secara administratif semata, melainkan berdasarkan evaluasi kinerja makro, arah kebijakan pembangunan, serta keyakinan terhadap potensi dan keunggulan kompetitif daerah.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Sementara dari sisi produksi, kontribusi utama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makan minum.
“Target ini bukan sekadar optimisme, tetapi disusun berdasarkan potensi riil daerah yang terus diarahkan agar lebih produktif, bernilai tambah, dan saling terkoneksi,” jelasnya.
Untuk mencapai target IPM, Pemprov Kalbar akan fokus pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Selain itu, penanganan anak tidak sekolah, penguatan pendidikan vokasi, peningkatan akses layanan dasar, serta penguatan desa sebagai pusat pelayanan masyarakat juga menjadi prioritas.
Di sisi lain, RKPD 2027 juga mengakomodasi berbagai usulan pembangunan, meliputi 4.210 usulan pokok-pokok pikiran DPRD, 698 usulan Musrenbang kabupaten/kota, serta 22 usulan dukungan pemerintah pusat untuk proyek-proyek strategis.
“Jumlah usulan ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan di Kalimantan Barat. Karena itu, seluruh usulan harus ditelaah secara cermat dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini