Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 16 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Kecemasan menyelimuti keluarga korban setelah helikopter milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak di sekitar Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/04/2026). Hingga sore ini, keberadaan dua kru dan enam penumpang di dalam pesawat tersebut masih belum diketahui.
Helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX tersebut diawaki oleh dua personel: pilot Kapten Marindra W dan engineer Harun Arasyid. Selain kedua awak tersebut, terdapat enam penumpang lainnya yang hingga kini identitasnya masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Sebagamana informasi yang dihimpun, helikopter ini sedang menempuh rute rutin dari Melawi menuju Kubu Raya sebelum komunikasi terputus total pada pukul 08.39 WIB.
Berdasarkan data penerbangan, helikopter ini hanya sempat mengudara selama lima menit. Take-off pada 08.34 WIB, kemudian lost contact pada 08.39 WIB.
Jarak yang singkat antara waktu lepas landas dan hilang kontak memicu kekhawatiran adanya kendala teknis atau faktor cuaca mendadak di jalur penerbangan tersebut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak segera menginstruksikan operasi darurat setelah menerima laporan dari AirNav pada pukul 10.40 WIB. Mengingat lokasi koordinat berada sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang, tim penyelamat harus menembus medan yang cukup sulit.
Guna mempercepat evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari SAR, Kepolisian, Brimob, dan BPBD turut membawa perangkat Starlink dan Direction Finder. Penggunaan teknologi ini sangat krusial mengingat titik koordinat kejadian berada di wilayah terpencil yang minim sinyal seluler, guna memastikan koordinasi antar-tim tetap solid.
Hingga saat ini, pihak PT Matthew Air maupun otoritas penerbangan terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi terkini para awak dan penumpang. Masyarakat di sekitar Desa Tapang Tingang juga diimbau untuk memberikan informasi jika melihat atau mendengar tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut. (Tim)
KALBARONLINE.com - Kecemasan menyelimuti keluarga korban setelah helikopter milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak di sekitar Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/04/2026). Hingga sore ini, keberadaan dua kru dan enam penumpang di dalam pesawat tersebut masih belum diketahui.
Helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX tersebut diawaki oleh dua personel: pilot Kapten Marindra W dan engineer Harun Arasyid. Selain kedua awak tersebut, terdapat enam penumpang lainnya yang hingga kini identitasnya masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Sebagamana informasi yang dihimpun, helikopter ini sedang menempuh rute rutin dari Melawi menuju Kubu Raya sebelum komunikasi terputus total pada pukul 08.39 WIB.
Berdasarkan data penerbangan, helikopter ini hanya sempat mengudara selama lima menit. Take-off pada 08.34 WIB, kemudian lost contact pada 08.39 WIB.
Jarak yang singkat antara waktu lepas landas dan hilang kontak memicu kekhawatiran adanya kendala teknis atau faktor cuaca mendadak di jalur penerbangan tersebut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak segera menginstruksikan operasi darurat setelah menerima laporan dari AirNav pada pukul 10.40 WIB. Mengingat lokasi koordinat berada sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang, tim penyelamat harus menembus medan yang cukup sulit.
Guna mempercepat evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari SAR, Kepolisian, Brimob, dan BPBD turut membawa perangkat Starlink dan Direction Finder. Penggunaan teknologi ini sangat krusial mengingat titik koordinat kejadian berada di wilayah terpencil yang minim sinyal seluler, guna memastikan koordinasi antar-tim tetap solid.
Hingga saat ini, pihak PT Matthew Air maupun otoritas penerbangan terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi terkini para awak dan penumpang. Masyarakat di sekitar Desa Tapang Tingang juga diimbau untuk memberikan informasi jika melihat atau mendengar tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut. (Tim)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini