Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 08 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Upaya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal tidak cukup hanya mengandalkan pola makan sehat. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa dalam banyak kasus, penggunaan obat kolesterol menjadi langkah penting untuk membantu menyeimbangkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik).
Apoteker Bonita Dwi Anggreini mengungkapkan kondisi jika seseorang mengalami hiperkolesterolemia kerap tidak menimbulkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti jantung koroner dan stroke.
“Oleh karena itu, deteksi dini dengan pemeriksaan darah secara rutin dan penanganan yang tepat sangat diperlukan," kata Bonita ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, (08/04/2026).
Salah satu terapi yang umum digunakan adalah obat golongan statin, yang bekerja dengan menurunkan kadar LDL sekaligus membantu meningkatkan HDL dalam tubuh. Beberapa jenis obat yang sering diresepkan antara lain Simvastatin, Atorvastatin dan Rosuvastatin.
Bonita mengingatkan, meskipun efektif, konsumsi obat tetap harus dilakukan sesuai anjuran dokter dan agar obat berkerja maksimal maka harus dikonsumsi dengan disiplin, sesuai aturan dan dibarengi gaya hidup sehat.
Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, gangguan otot dan fungsi hati. Untuk itu, apabila gejala efek samping yang muncul mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa ditangani lebih lanjut.
Ia juga mengimbau masyarakat selain minum obat, untuk lebih rutin berolahraga, berhenti merokok serta menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans. Pemeriksaan kolesterol secara berkala minimal 1-2 tahun sekali juga sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan.
“Dengan kombinasi antara pola hidup sehat dan penggunaan obat yang tepat, keseimbangan kadar LDL dan HDL dalam tubuh dapat terjaga dengan baik. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com - Upaya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal tidak cukup hanya mengandalkan pola makan sehat. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa dalam banyak kasus, penggunaan obat kolesterol menjadi langkah penting untuk membantu menyeimbangkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik).
Apoteker Bonita Dwi Anggreini mengungkapkan kondisi jika seseorang mengalami hiperkolesterolemia kerap tidak menimbulkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti jantung koroner dan stroke.
“Oleh karena itu, deteksi dini dengan pemeriksaan darah secara rutin dan penanganan yang tepat sangat diperlukan," kata Bonita ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, (08/04/2026).
Salah satu terapi yang umum digunakan adalah obat golongan statin, yang bekerja dengan menurunkan kadar LDL sekaligus membantu meningkatkan HDL dalam tubuh. Beberapa jenis obat yang sering diresepkan antara lain Simvastatin, Atorvastatin dan Rosuvastatin.
Bonita mengingatkan, meskipun efektif, konsumsi obat tetap harus dilakukan sesuai anjuran dokter dan agar obat berkerja maksimal maka harus dikonsumsi dengan disiplin, sesuai aturan dan dibarengi gaya hidup sehat.
Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan, gangguan otot dan fungsi hati. Untuk itu, apabila gejala efek samping yang muncul mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa ditangani lebih lanjut.
Ia juga mengimbau masyarakat selain minum obat, untuk lebih rutin berolahraga, berhenti merokok serta menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans. Pemeriksaan kolesterol secara berkala minimal 1-2 tahun sekali juga sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan.
“Dengan kombinasi antara pola hidup sehat dan penggunaan obat yang tepat, keseimbangan kadar LDL dan HDL dalam tubuh dapat terjaga dengan baik. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini