Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 14 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Penerapan pola makan sehat dengan mengurangi asupan lemak dan kolesterol dinilai sebagai langkah efektif dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif yang semakin meningkat di masyarakat.
Penyakit seperti jantung koroner, stroke dan diabetes kini tidak hanya menyerang usia lanjut tetapi juga kelompok usia produktif.
Nutrisionis Ani Maulani menjelaskan, bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyempitan aliran darah yang berujung pada gangguan kardiovaskuler.
“Oleh karena itu, diet rendah lemak dan kolesterol menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga kesehatan tubuh,” lanjutnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa, (14/04/2026).
Untuk itu, masyarakat dianjurkan untuk mulai mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan, makanan cepat saji serta produk olahan yang mengandung lemak trans.
Menurutnya, sebagai alternatif, masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh. Sumber protein sehat rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe dan kacang-kacangan juga menjadi pilihan yang lebih baik.
Penggunaan metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang juga disarankan dibandingkan menggoreng.
Ani menambahkan, pengaturan makan tidak hanya berfokus pada jenis makanan, tetapi juga porsi dan jadwal makan yang teratur. Mengonsumsi makanan dalam jumlah seimbang serta menghindari makan berlebihan dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor pemicu penyakit degeneratif.
Tak hanya itu, gaya hidup sehat perlu didukung dengan aktivitas fisik secara rutin. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda atau senam selama minimal 30 menit per hari dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah.
“Dengan menerapkan diet rendah lemak dan kolesterol secara konsisten, diharapkan angka kejadian penyakit degeneratif dapat ditekan, pola hidup sehat bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” tuturnya. (Jau)
KALBARONLINE.com - Penerapan pola makan sehat dengan mengurangi asupan lemak dan kolesterol dinilai sebagai langkah efektif dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif yang semakin meningkat di masyarakat.
Penyakit seperti jantung koroner, stroke dan diabetes kini tidak hanya menyerang usia lanjut tetapi juga kelompok usia produktif.
Nutrisionis Ani Maulani menjelaskan, bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyempitan aliran darah yang berujung pada gangguan kardiovaskuler.
“Oleh karena itu, diet rendah lemak dan kolesterol menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga kesehatan tubuh,” lanjutnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa, (14/04/2026).
Untuk itu, masyarakat dianjurkan untuk mulai mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan, makanan cepat saji serta produk olahan yang mengandung lemak trans.
Menurutnya, sebagai alternatif, masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh. Sumber protein sehat rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe dan kacang-kacangan juga menjadi pilihan yang lebih baik.
Penggunaan metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang juga disarankan dibandingkan menggoreng.
Ani menambahkan, pengaturan makan tidak hanya berfokus pada jenis makanan, tetapi juga porsi dan jadwal makan yang teratur. Mengonsumsi makanan dalam jumlah seimbang serta menghindari makan berlebihan dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor pemicu penyakit degeneratif.
Tak hanya itu, gaya hidup sehat perlu didukung dengan aktivitas fisik secara rutin. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda atau senam selama minimal 30 menit per hari dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah.
“Dengan menerapkan diet rendah lemak dan kolesterol secara konsisten, diharapkan angka kejadian penyakit degeneratif dapat ditekan, pola hidup sehat bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan,” tuturnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini