Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Monday, 11 November 2024 |
KalbarOnline, Pontianak - Pemerhati Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat, Didi Haryono mengusulkan 8 strategi yang bisa dilakukan menjadikan UMKM Kalbar naik kelas.
Usulan 8 strategi ini disampaikannya pada saat ia menjadi salah satu pembicara di Sosialisasi Asuransi dan Pembiayaan Bagi Perempuan dan UMKM.
Acara yang digelar di Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Senin, 11 November 2024 ini juga dihadiri Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman.
"Ada pun 8 strategi pelibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan dan keputusan tersebut adalah, yang pertama melakukan pendekatan sosial dan budaya, yaitu dengan memahami dan menghargai budaya masyarakat Kalbar sebagai kunci," katanya.
Yang kedua, sosialisasi berjenjang dan berkelanjutan, ketiga penguatan kapasitas masyarakat, keempat pembentukan forum diskusi komunitas, kelima transparansi dan akuntabilitas informasi, keenam digitalisasi.
"Ketujuh evaluasi partisipatif dan kedelapan kolaborasi dengan LSM dan akademisi," ungkap laki-laki kelahiran Sambas yang biasa disapa Bang Didi itu.
Mantan Kapolda Kalbar ini menambahkan, pelibatan LSM dan Akademisi ini bertujuan agar bisa fokus dalam melibatkan masyarakat.
"Kita libatkan LSM dan akademisi agar bisa fokus dalam melibatkan masyarakat untuk memberdayakan sehingga produk-produk UKM di Kalimantan Barat ini diterima dan maju bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri mengingat Kalbar berbatasan langsung dengan Malaysia," tambahnya. (**)
KalbarOnline, Pontianak - Pemerhati Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat, Didi Haryono mengusulkan 8 strategi yang bisa dilakukan menjadikan UMKM Kalbar naik kelas.
Usulan 8 strategi ini disampaikannya pada saat ia menjadi salah satu pembicara di Sosialisasi Asuransi dan Pembiayaan Bagi Perempuan dan UMKM.
Acara yang digelar di Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Senin, 11 November 2024 ini juga dihadiri Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman.
"Ada pun 8 strategi pelibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan dan keputusan tersebut adalah, yang pertama melakukan pendekatan sosial dan budaya, yaitu dengan memahami dan menghargai budaya masyarakat Kalbar sebagai kunci," katanya.
Yang kedua, sosialisasi berjenjang dan berkelanjutan, ketiga penguatan kapasitas masyarakat, keempat pembentukan forum diskusi komunitas, kelima transparansi dan akuntabilitas informasi, keenam digitalisasi.
"Ketujuh evaluasi partisipatif dan kedelapan kolaborasi dengan LSM dan akademisi," ungkap laki-laki kelahiran Sambas yang biasa disapa Bang Didi itu.
Mantan Kapolda Kalbar ini menambahkan, pelibatan LSM dan Akademisi ini bertujuan agar bisa fokus dalam melibatkan masyarakat.
"Kita libatkan LSM dan akademisi agar bisa fokus dalam melibatkan masyarakat untuk memberdayakan sehingga produk-produk UKM di Kalimantan Barat ini diterima dan maju bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri mengingat Kalbar berbatasan langsung dengan Malaysia," tambahnya. (**)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini