Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 12 December 2019 |
KalbarOnline, Kubu
Raya – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menegaskan komitmennya pada upaya
pemberdayaan perempuan. Di antaranya melalui program Bantuan Operasional
Sekolah Daerah (Bosda), yakni berupa seragam sekolah gratis. Di mana pihaknya
melibatkan sepuluh koperasi konveksi lokal sebagai penjahit seragam sekolah
tersebut.
Hal ini dikatakan Bupati Muda saat menyampaikan sambutan
pada kegiatan silaturahmi dan pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)
Kabupaten Kubu Raya di kediamannya, Sabtu (6/12/2019) kemarin.
“Dari sejak dulu saya selalu menyampaikan, apa yang harus
menjadi perhatian pemerintah itu adalah rumah tangga-rumah tangga. Makanya
dengan keterlibatan kaum perempuan baik itu remaja puteri maupun ibu-ibu dalam
mengelola konveksi ini, setidaknya Pemerintah daerah memberikan peluang kepada
rumah tangga-rumah tangga untuk menambah hasil perekonomiannya,” tutur Muda.
Muda menjelaskan, pihaknya sengaja melibatkan konveksi
masyarakat dalam realisasi Bosda seragam sekolah. Sebab, ia ingin menjaga dana
masyarakat agar tidak keluar daerah. Sekaligus memberi peluang bagi kaum ibu
untuk mengoptimalkan keahlian dalam menjahit pakaian.
“Dananya tidak lari kemana-mana namun tetap bisa kembali ke
daerah ini. Insya Allah dengan program Bosda, ini setidaknya kita telah
mengamankan uang yang ada di Kubu Raya ini tidak lari keluar daerah,” ucapnya.
Muda menuturkan, meski baru sepuluh konveksi, tapi
manfaatnya untuk kaum ibu di Kubu Raya telah terasa. Dirinya berharap ke depan
konveksi di Kubu Raya terus bertambah di setiap desa dan kecamatan. Dengan
demikian uang yang dihasilkan masyarakat tidak harus keluar daerah hanya untuk
belanja seragam sekolah.
“Dengan adanya konveksi di desa dan kecamatan, setidaknya
kita telah menyelamatkan setengah dari uang di daerah ini untuk pemberdayaan
perempuan,” tegasnya. (ian)
KalbarOnline, Kubu
Raya – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menegaskan komitmennya pada upaya
pemberdayaan perempuan. Di antaranya melalui program Bantuan Operasional
Sekolah Daerah (Bosda), yakni berupa seragam sekolah gratis. Di mana pihaknya
melibatkan sepuluh koperasi konveksi lokal sebagai penjahit seragam sekolah
tersebut.
Hal ini dikatakan Bupati Muda saat menyampaikan sambutan
pada kegiatan silaturahmi dan pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)
Kabupaten Kubu Raya di kediamannya, Sabtu (6/12/2019) kemarin.
“Dari sejak dulu saya selalu menyampaikan, apa yang harus
menjadi perhatian pemerintah itu adalah rumah tangga-rumah tangga. Makanya
dengan keterlibatan kaum perempuan baik itu remaja puteri maupun ibu-ibu dalam
mengelola konveksi ini, setidaknya Pemerintah daerah memberikan peluang kepada
rumah tangga-rumah tangga untuk menambah hasil perekonomiannya,” tutur Muda.
Muda menjelaskan, pihaknya sengaja melibatkan konveksi
masyarakat dalam realisasi Bosda seragam sekolah. Sebab, ia ingin menjaga dana
masyarakat agar tidak keluar daerah. Sekaligus memberi peluang bagi kaum ibu
untuk mengoptimalkan keahlian dalam menjahit pakaian.
“Dananya tidak lari kemana-mana namun tetap bisa kembali ke
daerah ini. Insya Allah dengan program Bosda, ini setidaknya kita telah
mengamankan uang yang ada di Kubu Raya ini tidak lari keluar daerah,” ucapnya.
Muda menuturkan, meski baru sepuluh konveksi, tapi
manfaatnya untuk kaum ibu di Kubu Raya telah terasa. Dirinya berharap ke depan
konveksi di Kubu Raya terus bertambah di setiap desa dan kecamatan. Dengan
demikian uang yang dihasilkan masyarakat tidak harus keluar daerah hanya untuk
belanja seragam sekolah.
“Dengan adanya konveksi di desa dan kecamatan, setidaknya
kita telah menyelamatkan setengah dari uang di daerah ini untuk pemberdayaan
perempuan,” tegasnya. (ian)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini