Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 12 December 2019 |
KalbarOnline,
Pontianak – Kemajuan teknologi informasi membawa arus informasi begitu
derasnya hingga tak terbendung lagi. Oleh sebab itu, literasi digital dan
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sangat dibutuhkan dalam mengelola
informasi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dibentuknya
KIM di Kota Pontianak karena memiliki peran dalam menyebarluaskan
informasi-informasi sekaligus meliterasi pembaca apabila ditemukan informasi
yang negatif.
“Dengan adanya KIM ini akan membawa dampak positif untuk
mencerdaskan masyarakat Pontianak,” ujarnya usai menghadiri pembentukan KIM di
Cafe Bang Edi Jalan Sepakat II, Kamis (12/12/2019).
KIM merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang peduli
dengan Kota Pontianak dalam mengelola informasi itu menjadi faktor untuk
membantu dalam berkomunikasi.
“Mereka juga berfungsi untuk memfilter informasi-informasi
dan meluruskan informasi yang tidak benar agar masyarakat bisa menerima
informasi yang benar,” ungkapnya.
Menurut Edi, KIM yang komposisinya diisi oleh kaum millenial
ini diharapkan memiliki literasi, wawasan yang luas, pengetahuan, data yang
valid dan sebagainya.
“Dengan demikian informasi yang disampaikan menjadi
berkualitas,” terangnya.
KIM, lanjutnya, sangat dibutuhkan dalam menyampaikan
informasi terutama informasi yang positif bagi masyarakat. Artinya, KIM yang
dibentuk oleh masyarakat harus dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Untuk itu diperlukan pemberdayaan KIM guna
mengembangkannya. KIM juga harus meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya. (jim)
KalbarOnline,
Pontianak – Kemajuan teknologi informasi membawa arus informasi begitu
derasnya hingga tak terbendung lagi. Oleh sebab itu, literasi digital dan
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sangat dibutuhkan dalam mengelola
informasi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dibentuknya
KIM di Kota Pontianak karena memiliki peran dalam menyebarluaskan
informasi-informasi sekaligus meliterasi pembaca apabila ditemukan informasi
yang negatif.
“Dengan adanya KIM ini akan membawa dampak positif untuk
mencerdaskan masyarakat Pontianak,” ujarnya usai menghadiri pembentukan KIM di
Cafe Bang Edi Jalan Sepakat II, Kamis (12/12/2019).
KIM merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang peduli
dengan Kota Pontianak dalam mengelola informasi itu menjadi faktor untuk
membantu dalam berkomunikasi.
“Mereka juga berfungsi untuk memfilter informasi-informasi
dan meluruskan informasi yang tidak benar agar masyarakat bisa menerima
informasi yang benar,” ungkapnya.
Menurut Edi, KIM yang komposisinya diisi oleh kaum millenial
ini diharapkan memiliki literasi, wawasan yang luas, pengetahuan, data yang
valid dan sebagainya.
“Dengan demikian informasi yang disampaikan menjadi
berkualitas,” terangnya.
KIM, lanjutnya, sangat dibutuhkan dalam menyampaikan
informasi terutama informasi yang positif bagi masyarakat. Artinya, KIM yang
dibentuk oleh masyarakat harus dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Untuk itu diperlukan pemberdayaan KIM guna
mengembangkannya. KIM juga harus meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya. (jim)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini